Palembang | Tintamerah.co.id – Kesultanan Palembang dan Ikatan Remaja Masjid melaksanakan kegiatan lomba Islami semarak bulan Suci Ramadhan 1443 Hijriah/2022 Masehi bertempat di Masjid Istifadah Hidayatul Muttaqin dengan alamat Kelurahan 36 Ilir Kecamatan Gandus kota Palembang.
Kegiatan ini sendiri dihadiri oleh Keraton Palembang Darussalam Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin Sultan Palembang Darussalam, Ketua Yayasan Masjid Istifadah Hidayatul Muttaqin, dan undangan lainnya, Sabtu (23/4/2022).
Dikatakan Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin Sultan Palembang Darussalam, kegiatan hari ini adalah salah satunya adalah yang pertama bahwa Kesultanan Palembang Darussalam melaksanakan dan melakukan syiar Islam, kedua adalah adat istiadat, dan budaya lalu Al-Quran dan Sunnah Rasul.
“Hari ini kita bekerjasama dengan Remaja Masjid Istifadah Hidayatul Muttaqin dalam rangka untuk lomba adzan, lomba mewarnai, hadroh, maupun lainnya,” ujarnya.
Kemudian, untuk Hadroh yakni Hadroh kreasi, kategori putera/umum, tim maksimal 10 orang peserta terbatas.
Adzan terdiri dari peserta umum, kategori putera, maksimal 15 tahun, irama bebas, mewarnai terdiri dari peserta umum, maksimal 10 tahun, laki/perempuan, membawa alat, mewarnai sendiri.
“Dan syarofal anam terdiri dari kategori putra/umum, tim maksimal 10 orang, peserta terbatas, dan membawa alat sendiri,” ungkapnya.
Dilanjutkannya, dimana kegiatan ini sendiri dilakukan pendaftaran secara gratis, untuk pendaftarannya sendiri dari tanggal 15-22 April 2022, dan pelaksanaan lombanya sendiri dimulai tanggal 23-25 April 2022.
Dahulu kita pernah mengadakan Bharjanji dimana pesertanya lebih dari 100 orang pada se kota Palembang, dan bagi yang menang pada perlombaan tersebut maka Masjid tersebut menjadi tuan rumah.
“Insya Allah sekarang ini akan kita galakkan kembali yang seperti itu,” katanya.
Masih disampaikannya, kita melihat Islam di Indonesia seperti di bungkus, seperti ada yang pecah belah, seperti di adu domba, dan program hal ini kita kepada remaja, dewasa, apalagi anak-anak untuk dapat menyiarkan dan mengajarkan mereka agar kita semua belajar Islam gampang dan Islam secara keseluruhan.
“Sekarang ini kita lihat teroris, padahal Islam itu adalah Islam Rahmatan Lillaalamin, Islam tidak mengajarkan teroris, Islam tidak mengajarkan bentuk kekerasan apapun,” bebernya.
Masih dilanjutkannya, brand imagenya anak-anak maupun yang ikut dalam festival ini, bahwa Islam itu Rahmatan Lilla Alamin, aebagian besar Indonesia ini bahwa penduduknya adalah beragama Islam.
“Salah satu yang kita tekankan adalah kita melihat juga dinamika Perkampungan yang ada di kota Palembang jangan sampai Islam yang dikota Palembang disebut dan menjadi sebutan dari dahulu Serambi Madinah, kalau Aceh itu sebutannya adalah Serambi Mekkah, kita akan mengadakan lebih banyak lagi,” jelasnya.
Ditambahkannya, ada lebih 13 agar dapat diadu lagi ke jati diri Kesultanan Palembang Darussalam.
Tentang Syiar Islam yang terjauh pada hari ini, adalah pada saat ini meraka sedang puasa dan pada malam ini merupakan malam juga ke 20, tapi semangat berjuang mereka intuk ikut sangat luar biasa, sehingga pesertanya sendiri kota batasi.
“Untuk pemenangnya sendiri, dimana mereka memperebutkan piala bergilir dari Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin Sultan Palembang Darussalam,” tegasnya.
(AS)















