Penundaan Berlarut dalam Penyelesaian Sengketa Konflik Agraria Nampak dengan Mata Telanjang

Minggu, 3 Juli 2022 - 10:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Dedek Caniago  (Satgas Penyelesaian Sengketa Konflik Agraria Pelaksana Harian GATRA Sumsel)

PALI | Tintamerah.co.id -, Dengan adanya Kajian Sistematik OMBUSMAN RI dalam penyelesaian Sengketa Konflik Agraria dalam bingkai Reforma Agraria pada tanggal 16 Juni 2022, menguatkan dan mengabsahkan serta mengafdolkan bahwa Penundaan yang berlarut-larut penyelesaian Sengketa Konflik Agraria dalam Indikator Keberhasilan Reforma Agraria Nampak dengan mata telanjang.

Penyebabnya:

  1. Regulasi (PerPres 86 tahun 2018 tentang Reforma Agraria) dan kebijakan yang tidak konferhensif dalam penyelesaian Sengketa Konflik Agraria dalam bingkai Reforma Agraria.
  2. Tidak ada Regulasi Teknis dalam Penyelesaian Sengketa Konflik Agraria dengan Aset Negara, BUMN, BUMN dan Kawasan Hutan dalam bingkai Reforma Agraria.
  3. Tidak adanya Skema Administrasi dalam penentuan dan atau penetapan Subjek dan Objek TORA.
  4. Terbatasnya Wewenang Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) dalam segala tingkatan, bukan hanya sebatas Fasilitasi.
  5. Tidak ada Skema Resolusi Bersama dalam Penyelesaian Sengketa Konflik Agraria dalam bingkai Reforma Agraria.
  6. Lemah dan Egosentris antara Lembaga Instansi Negara dalam Penyelesaian Sengketa Konflik Agraria dan bingkai Reforma Agraria.
  7. Ketidak seriusan dan setengah hati dalam penganggaran pendanaan dalam Penyelesaian Sengketa Konflik Agraria untuk menwujudkan INDIKATOR KEBERHASILAN REFORMA AGRARIA.
  8. Penyelesaian Sengketa Konflik Agraria tidak dikampanyekan dan dikuatkan sebagai Indikator keberhasilan Reforma Agraria.

Berita Terkait

DIISUKAN TERJARING OTT KEJATI SUMSEL, KEPALA BAPENDA PALI ANGKAT BICARA: “ITU HOAX, SAYA DI PALEMBANG!”
Gubernur Herman Deru Dobrak Kebangkitan Padel Sumsel: Ende Vol. 1 Bukan Sekadar Kompetisi, Tapi Ruang Jiwa Sehat dan Silaturahmi Tangguh!
MENANTANG ARUS TRANSPARANSI: Efran Terima Mandat FKS PALI, Ketum Suparman Romans Tegaskan Komite Bukan ‘Stempel’ Pungutan Liar!
Bawa Misi Transparansi, Jurnalis Bumi Serepat Serasan Efran Resmi Terima Mandat Bentuk FKS Kabupaten PALI
Wujudkan SDM Polri Unggul, Polda Sumsel Gelar Seleksi Ketat Fisik Taruna Akpol 2026 di Jakabaring
Nyata Berhasil! Mitigasi Karhutla Sumsel Turun Drastis, Sinergi TNI-Polri dan Lintas Sektor Patut Diapresiasi
Sinergi Era Digital: Korem 044/Gapo Gembleng Prajurit Jadi ‘Arsitek’ Informasi Kreatif dan Humanis
Terobosan Pembiayaan, Herman Deru Siapkan Sumsel Jadi Pelopor ‘Obligasi Daerah’ Nasional

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:09 WIB

DIISUKAN TERJARING OTT KEJATI SUMSEL, KEPALA BAPENDA PALI ANGKAT BICARA: “ITU HOAX, SAYA DI PALEMBANG!”

Minggu, 31 Mei 2026 - 12:29 WIB

Gubernur Herman Deru Dobrak Kebangkitan Padel Sumsel: Ende Vol. 1 Bukan Sekadar Kompetisi, Tapi Ruang Jiwa Sehat dan Silaturahmi Tangguh!

Minggu, 31 Mei 2026 - 12:17 WIB

MENANTANG ARUS TRANSPARANSI: Efran Terima Mandat FKS PALI, Ketum Suparman Romans Tegaskan Komite Bukan ‘Stempel’ Pungutan Liar!

Minggu, 31 Mei 2026 - 11:24 WIB

Bawa Misi Transparansi, Jurnalis Bumi Serepat Serasan Efran Resmi Terima Mandat Bentuk FKS Kabupaten PALI

Sabtu, 23 Mei 2026 - 18:06 WIB

Wujudkan SDM Polri Unggul, Polda Sumsel Gelar Seleksi Ketat Fisik Taruna Akpol 2026 di Jakabaring

Berita Terbaru