Atasi lonjakan sampah, Fitri akan bangun TPS 3 R tiap kelurahan

Kamis, 4 Februari 2021 - 02:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy



PALEMBANG|,Tintamerah.co.id– Tingginya volume sampah dari lingkungan masyarakat yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) setiap harinya, menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang.
Tercatat volume  sampah yang yang terangkut mencapai 800 ton perhari menjadi ancaman 25 ha lahan yang tersedia di TPA.
Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda merincikan warga Palembang menghasilkan sampah perharinya mencapai 1200 ton perhari, namun 800 ton sampah yang terangkut, sisanya dikelola masyarakat untuk dijadikan nilai ekonomis.
“Kita sangat konsentrasi untuk penangulangan sampah ini,” kata Fitri, Rabu (2/2/2021) saat meninjau langsung TPA Sukawinatan Palembang.
Perlu jurus jitu, kata Fitri untuk mengurangi volume sampah setiap harinya yang diangkut ke TPA, salah satunya perlu dilakukan pembuatan Tempat Pengelolaan  Sampah (TPS) ditiap kelurahan yang ada, yakni TPS 3 R(reseu,reduce,recycle) tiap kelurahan.
“ Saat ini kita ada 21 TPS3R, ini akan kita tambah 107 TPS 3R, artinya ini akan ada di setiap kelurahan dalam wilayah 18 kecamatan yang ada,” tegasnya.
Penerapan pola TPŞ 3 R, katanya selaian bisa menyelamatkan lingkungan juga akan membuka peluang ekonomi masyarakat, yang terlibat langsung dalamnya nanti.
 
 
“Memang kita akui, sampah warga Palembang ini sehari mencapai 1200 Ton, tetapi yang masuk ke TPA kita ada sekitar 800 Ton. Namun saya merasa sangat senang, karena saat ini TPA Sukawinatan sudah mulai tertata dengan baik,” tambahnya.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) kota Palembang, Alex Fernandus menyampaikan, dalam menganggulangi lonjakan sampah di TPA Sukawinatan, Pemerintah kota Palembang melalui DLHK hingga saat ini masih terus berupaya sehingga dapat sesegera mungkin memanfaatkan TPA yang berlokasi di Karyajaya.
 
“Disamping kita memiliki TPA Sukawinatan seluas 25 Hekta untuk menampung sampah, kita juga memprediksi bahwa kurang lebih  3 hingga 4 tahun lagi akan kita pindah ke TPA satunya lagi seluas 45 Hektar di Karyajaya yang saat ini telah terpakai kurang lebih 10 Hektar,” ungkapnya.
 
Selain itu, Alex juga mengatakan, pihaknya juga berencana kedepan akan menjadikan TPA Sukawinatan sebagai lokasi wisata yang mampu dimanfaatkan oleh masyarakat, baik sebagai sarana olahraga ataupun sebagai areal RTH.
 
“Dan kalau memang di sana nanti (TPA Karyajaya) sudah efektif, minimal TPA Sukawinatan nantinya bisa kita jadikan tempat wisata TPA, ataupun bisa juga kita lapis dengan tanah sehingga bisa kita jadikan tempat olahraga,” tungkasnya.

BACA JUGA  Peduli Kesehatan Masyarakat, Satgas Yonif 200/BN - Puskesmas Airu Beri Penyuluhan

Ril.

Berita Terkait

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua
Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!
Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!
OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?
Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang
OPINI: May Day 2026 dan Sinyal SOS Hubungan Industrial Indonesia
Jejak Inovasi Sosial PHR Zona 1: Bawa Produk Batik Lapas Jambi ke Level Global
Herman Deru Tabuh Genderang Perang: Desa Bersinar Sumsel Harus Jadi Benteng Anti-Narkoba Nasional!

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:16 WIB

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:17 WIB

Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:54 WIB

Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:29 WIB

OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:35 WIB

Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang

Berita Terbaru