Bupati Muratara Geram, Stop Proyek Jalan Poros yang Dikerjakan Asal-asalan

Minggu, 26 Maret 2023 - 20:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MURATARA | Tintamerah.co.id – Viral di Media Sosial (Medsos) sebuah video Bupati Muratara H Devi Suhartoni kesal, lantaran kualitas proyek peningkatan jalan di Desa Kuto Tanjung, Kecamatan Ulu Rawas terkesan asal-asalan.

Dalam video itu, sang bupati meluapkan emosinya dengan menginjak-injak bahkan mengancurkan jalan itu dengan sebuah batu, guna mengecek kualitas kekuatan jalan yang dibangun itu.

Bupati Muratara, H Devi Suhartoni pasca melakukan pengecekan mengatakan, sepanjang jalan di kerjakan asal asalan.

Dia sangat menyayangkan dengan apa yang ia saksikan. Menurutnya bukan hanya satu titik saja yang dikerjakan asal-asalan, tapi sepanjang jalan.

Di dalam video tersebut Bupati terlihat marah melihat kondisi jalan yang sudah rusak, sebelum selesai dikerjakan.

BACA JUGA  Kapolres Aceh Timur Menyambung Asa Tiara Dihari Bhayangkara ke 77

“Saya tadi sudah lihat semua, dan semua pekerjaan saya stopkan dan sudah ketemu Kades Kuto Tanjung,”kata Bupati Muratara H Devi Suhartoni, Ahad 26 Maret 2023.

Lanjutnya, terimakasih, dan terus awasi serta stopkan untuk semua (pekerjaan) tidak benar seperti ini.

“Cara kerja mereka (kontraktor) ini sama sekali tidak benar. PU harus turun ke lapangan stop semua proyek ini,” tegasnya.

Bupati ditemani anggota DPRD dapil tersebut menemui beberapa pekerja, yang sedang mengerjakan proyek jalan. Saat itu pula Bupati lansung memerintahkan para pekerja tersebut untuk tidak melanjutkan pekerjaan.

“Kamu stop dulu begawe (kerja). Jangan begawe dulu sampai PU datang. Tidak boleh ada pekerjaan lagi,” tegasnya.

BACA JUGA  Dukung Pengembangan UMKM, Bukit Asam (PTBA) Raih Penghargaan dari Kadin Sumsel

Bupati menegaskan para pekerja tidak salah sama sekali, karena mereka sebatas kerja.” Nanti rapat, panggil semua pihak, terutama kontraktor,”tegasnya.

Bupati menyampaikan, para kontraktor berfikir proyek di dalam hutan tidak bisa di lakukan pengecekan.

Berita Terkait

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua
Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!
Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!
OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?
Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang
OPINI: May Day 2026 dan Sinyal SOS Hubungan Industrial Indonesia
Jejak Inovasi Sosial PHR Zona 1: Bawa Produk Batik Lapas Jambi ke Level Global
Herman Deru Tabuh Genderang Perang: Desa Bersinar Sumsel Harus Jadi Benteng Anti-Narkoba Nasional!

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:16 WIB

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:17 WIB

Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:54 WIB

Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:29 WIB

OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:35 WIB

Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang

Berita Terbaru