Kembangkan Dunia Pendidikan, Kemenag Fokus Isu Lingkungan, Toleransi, dan Nasionalisme

Rabu, 26 Februari 2025 - 17:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang, tintamerah.co.id – Kementerian Agama (Kemenag) terus melakukan berbagai upaya dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. Salah satunya dengan mengembangkan konsep pendidikan berbasis nilai-nilai Islam yang sejalan dengan kebutuhan zaman.
Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI H. Suyitno saat memberikan materi pada Penguatan Madrasah Digital Menuju Indonesia Emas 2045 di Digital Room MAN 3 Palembang, Rabu (26/02/2025).
“Dalam konteks ini, tiga fokus utama yang diangkat oleh Menteri Agama menjadi pilar penting dalam pengembangan pendidikan agama dan keagamaan yaitu isu lingkungan, toleransi, dan nasionalisme. Sangat penting dilakukan pendekatan ekoteologi untuk mengintegrasikan nilai-nilai agama dalam pelestarian alam dan penguatan nilai-nilai toleransi melalui moderasi beragama. Pun dengan pendidikan sejarah, penguatan budaya lokal dan penghayatan nilai-nilai Pancasila sebagai upaya menanamkan cinta tanah air,” beber Suyitno.
Dia juga menyampaikan, Kemenag telah menyiapkan sebuah platform berupa Madrasah Digital Supervision (MAGIS). Sistem ini dirancang untuk mempermudah proses pengawasan, refleksi, serta perencanaan pendampingan bagi satuan pendidikan madrasah secara lebih efektif dan efisien. Dengan MAGIS, pengawasan madrasah bisa dilakukan secara digital, memungkinkan pengawas atau pendamping madrasah menjalankan tugasnya dengan lebih sistematis. “Dalam hal pengembangan kurikulum, Kemenag juga telah melakukan proses integrasi digitalisasi rapot dan ijazah serta pengembangan kurikulum madrasah menjadi kurikulum cinta,” terangnya lagi.
Pada kesempatan itu, Suyitno juga meminta agar para kepala madrasah melakukan inovasi dalam memajukan madrasah yang berbasis digital. “Melalui refleksi berbasis digital, kepala madrasah dapat terus mengembangkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan madrasah masing-masing,” jelasnya.
Kakanwil Kemenag Sumsel H. Syafitri Irwan mengaku optimis, arahan dan pembinaan dari Dirjen Pendidikan Islam dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas madrasah di Sumsel menghadapi era digitalisasi di dunia pendidikan. Menurut Syafitri, digitalisasi madrasah merupakan suatu keharusan karena tanpa adaptasi dengan perkembangan zaman, madrasah bakal tertinggal. “Alhamdulillah, saat ini minat untuk masuk madrasah sangatlah tinggi. Kepercayaan ini tentu harus dijaga dengan meningkatkan kualitas pendidikan di madrasah,” jelas Syafitri.
Hadir pada kegiatan ini antara lain Kakanwil Kemenag Sumsel H. Syafitri Irwan, PLT. Rektor UIN Raden Fatah Palembang H. Muhammad Adil, Kepala Balai Diklat Keagamaan Palembang H. Saefudin, Kabag Tata Usaha dan Kepala Bidang Kanwil Kemenag Sumsel, Ketua Tim Kerja Kanwil Kemenag Sumsel, Kepala Madrasah Negeri se-Kota Palembang dan guru madrasah negeri se-Kota Palembang.

BACA JUGA  Dorong WBK/WBBM, Ombudsman Sumsel Hadiri Deklarasi Zona Integritas Lapas Lahat

(Humas Kanwil Kemenag Sumsel)

Berita Terkait

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua
Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!
Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!
OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?
Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang
OPINI: May Day 2026 dan Sinyal SOS Hubungan Industrial Indonesia
Jejak Inovasi Sosial PHR Zona 1: Bawa Produk Batik Lapas Jambi ke Level Global
Herman Deru Tabuh Genderang Perang: Desa Bersinar Sumsel Harus Jadi Benteng Anti-Narkoba Nasional!

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:16 WIB

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:17 WIB

Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:54 WIB

Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:29 WIB

OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:35 WIB

Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang

Berita Terbaru