Mantan Kombatan GAM Wilayah Sweden 04 Peudawa Kecam Pembunuhan Warga Aceh di Jakarta

Senin, 28 Agustus 2023 - 08:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Timur | Tintamerah.co.id – Mantan Kombatan GAM Wilayah Sweden 04 Peudawa, M. Amin alias Kekmi mengecam pelaku penganiayaan dan pembunuhan warga Aceh di Jakarta yang dilakukan oleh oknum TNI, demikian pernyataan yang disampaikan pada media pada minggu (27/8).

 

Perbuatan biadab yang dilakukan oleh salah satu oknum TNI dari kesatuan Batalyon Pengawal Protokoler Kenegaraan (Yonwalprotneg) Paspampres kepada Imam Masykur (25) warga asal Mon Keulayu, Kecamatan Gandapura Kabupaten Bireuen harus di hukum dengan berat dan seadil-adilnya guna rasa keadilan terasa pada keluarga korban dan juga masyarakat Aceh pada umumnya, kata M. Amin alias Kekmi yang juga tokoh GAM Aceh Timur ini.

BACA JUGA  Ketua DPRK Aceh Timur Fattah Fikri Lantik Nurdin Jalil SE Sebagai Anggota DPRK

 

Kekmi juga mengatakan bahwa, selain mencoreng institusi TNI perilaku oknum TNI ini juga sangat melukai hati masyarakat Aceh. Pasalnya kejadian seperti ini sudah sering terjadi di Jakarta. Dimana anak muda Aceh diperantauan yang berjuang mengais rezeki untuk keluarganya diperlakukan dengan sangat biadab.

 

“Kami dari Mantan Kombatan GAM meminta penegak hukum untuk tegas menyikapi tindak pidana ini dan membuka kasus ini ke publik dengan seterang-terangnya serta meminta tokoh-tokoh aceh lainnya di perantauan untuk mengawal kasus ini guna rasa keadilan harus dirasakan oleh keluarga korban”, tegas M. Amin.

 

(DN)

Berita Terkait

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua
Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!
Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!
OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?
Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang
OPINI: May Day 2026 dan Sinyal SOS Hubungan Industrial Indonesia
Jejak Inovasi Sosial PHR Zona 1: Bawa Produk Batik Lapas Jambi ke Level Global
Herman Deru Tabuh Genderang Perang: Desa Bersinar Sumsel Harus Jadi Benteng Anti-Narkoba Nasional!

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:16 WIB

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:17 WIB

Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:54 WIB

Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:29 WIB

OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:35 WIB

Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang

Berita Terbaru