Menakar Kerja Nyata 30 Anggota DPRD PALI: Antara Amanah Rakyat dan Umbar Janji Kampanye

Jumat, 27 Februari 2026 - 23:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung parlemen PALI
(Dok/tintamerah)

Gedung parlemen PALI (Dok/tintamerah)

tintamerahNEWS -, Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, kini diisi oleh 30 wajah yang memikul harapan ribuan pemilih. Sejak dilantik pada 27 September 2024, kinerja para wakil rakyat periode 2024-2029 ini terus menjadi sorotan tajam, terutama dalam hal transparansi dan keberpihakan pada isu-isu krusial daerah.

Sorotan Kritis dari Arus Bawah

Aktivisme di Kabupaten PALI tidak pernah sepi dari kritik. Sonny Ternando, Ketua LSM Serampuh, menjadi salah satu sosok yang paling vokal dalam mengawal jalannya roda pemerintahan di legislatif. Baginya, kursi empuk di gedung dewan bukan sekadar fasilitas, melainkan mandat untuk menyelesaikan persoalan nyata di lapangan.

BACA JUGA  Devriyana Marda Ardian Hadiri Pengajian Rutinan di Desa Bojong Kotabumi Kota

Dalam berbagai aksi, termasuk demonstrasi besar pada Juni dan Juli 2025, Sonny bersama Koalisi Masyarakat Menggugat menuntut transparansi yang lebih besar dari anggota dewan. Beberapa poin kritis yang disorot meliputi:

  • Transparansi Anggaran: Masyarakat menuntut kejelasan pengelolaan dana daerah, termasuk operasional di RSUD dan penggunaan mobil dinas.
  • Kehadiran dan Kuorum: Munculnya isu rapat yang tidak kuorum memicu pertanyaan apakah para anggota dewan benar-benar hadir untuk rakyat atau justru memiliki agenda lain yang tidak terakomodir.
  • Akses Informasi: Penutupan rapat-rapat penting, seperti pembahasan BPJS yang sempat tertutup bagi media dan LSM pada Januari 2026, dianggap sebagai langkah mundur dalam demokrasi lokal.

Siapa yang Aktif, Siapa yang Berjanji?

BACA JUGA  Sebelum Lomba,Warga Panca Usaha Palembang Melaksanakan Upacara Bendera

Di tengah kritik tersebut, publik mulai memilah mana anggota dewan yang responsif dan mana yang hanya terlihat saat masa kampanye. Nama-nama pimpinan seperti Firdaus Hasbullah seringkali muncul ke permukaan saat menghadapi massa aksi untuk mendengarkan aspirasi secara langsung.

Beberapa anggota dewan mulai menunjukkan geliat kerja nyata melalui fungsi pengawasan, seperti desakan agar perusahaan tambang batu bara di Desa Benuang melibatkan masyarakat lokal secara aktif.

Namun, tantangan besar tetap ada pada janji-janji kampanye yang belum sepenuhnya terealisasi, terutama terkait program kesejahteraan dan infrastruktur dasar yang menjadi kebutuhan pokok warga PALI.

Menanti Integritas di Tengah Bayang Korupsi

Sejarah kelam beberapa pejabat OPD PALI yang sempat tersangkut kasus korupsi pada masa lalu menjadi pengingat keras bagi 30 anggota dewan saat ini. Masyarakat berharap periode ini tidak lagi dihiasi oleh praktik serupa.

BACA JUGA  Aliansi LSM dan Ormas Peduli Lingkungan Desak Dinas Kehutanan Panggil PT. Hutani Berkah Mulia serta Koperasi Tani Berkah Karunia

“Kami hanya ingin mereka bekerja sesuai sumpah jabatan. Jangan sampai suara rakyat hanya dibeli saat pemilu, lalu dilupakan setelah duduk di kursi empuk,” tegas Sonny Ternando kepada tintamerah.co, Jumat (27/2/2026).

Ujian sesungguhnya bagi DPRD PALI adalah bagaimana mereka menjaga pintu komunikasi tetap terbuka. Rapat-rapat tertutup dan sulitnya akses informasi publik hanya akan memperlebar jarak antara rakyat dan wakilnya.

 

Editor: Efran

Berita Terkait

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua
Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!
Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!
OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?
Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang
OPINI: May Day 2026 dan Sinyal SOS Hubungan Industrial Indonesia
Jejak Inovasi Sosial PHR Zona 1: Bawa Produk Batik Lapas Jambi ke Level Global
Herman Deru Tabuh Genderang Perang: Desa Bersinar Sumsel Harus Jadi Benteng Anti-Narkoba Nasional!

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:16 WIB

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:17 WIB

Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:54 WIB

Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:29 WIB

OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:35 WIB

Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang

Berita Terbaru