Pekerja MedcoEnergi Donorkan 1.000 Kantong Darah di Seluruh Indonesia

Jumat, 13 Juni 2025 - 02:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, tintamerah.co.id– Kebutuhan darah di Indonesia yang terus meningkat mendorong partisipasi berbagai pihak dalam mendukung ketersediaan stok darah nasional. Sebagai bagian dari inisiatif kemanusiaan, para pekerja PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) menyumbangkan 1.000 kantong darah melalui kegiatan donor darah serentak yang diselenggarakan di seluruh wilayah operasi.

Kegiatan ini berlangsung di 11 lokasi kerja Migas dan Ketenagalistrikan MedcoEnergi, termasuk di Aceh, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Jawa dan Kalimantan Utara. Pelaksanaan di Jakarta dilakukan pada Selasa (10/6) dan dihadiri oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin bersama jajaran Manajemen MedcoEnergi, yang turut serta sebagai pendonor.

Berdasarkan data Palang Merah Indonesia (PMI), kebutuhan darah nasional mencapai lebih dari 5,5 juta kantong per tahun. Sementara itu, permintaan darah terus meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah pasien, kecelakaan, dan kebutuhan medis lainnya.

BACA JUGA  Musda I APTRINDO Sumsel: DPD Komit Dukung Kebijakan Pemerintah untuk Keselamatan Lalu Lintas

“Selama 45 tahun, MedcoEnergi telah berupaya tumbuh bersama masyarakat. Partisipasi para pekerja dalam kegiatan donor darah ini mencerminkan kepedulian yang konsisten terhadap isu-isu kemanusiaan,” ujar Direktur Utama MedcoEnergi, Hilmi Panigoro.

Komisaris Utama MedcoEnergi, Yani Panigoro, menambahkan, “Kami percaya bahwa energi terbesar datang dari rasa empati dan kepedulian. Donor darah ini merupakan bentuk nyata kontribusi keluarga besar MedcoEnergi bagi masyarakat luas.”

MedcoEnergi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan ini di seluruh wilayah operasional perusahaan. (***)

Berita Terkait

Gas Melon Langka dan Mahal, Kadisperindag PALI: Kami Tidak Punya Taji!
Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua
Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!
Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!
OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?
Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang
OPINI: May Day 2026 dan Sinyal SOS Hubungan Industrial Indonesia
Jejak Inovasi Sosial PHR Zona 1: Bawa Produk Batik Lapas Jambi ke Level Global

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 06:40 WIB

Gas Melon Langka dan Mahal, Kadisperindag PALI: Kami Tidak Punya Taji!

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:16 WIB

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:17 WIB

Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:54 WIB

Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:29 WIB

OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?

Berita Terbaru