Sambut Puncak Haji, Petugas Kloter Embarkasi Palembang Survei Lokasi di Arafah dan Mina

Minggu, 1 Juni 2025 - 20:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mekkah, tintamerah.co.id—Para Petugas Kloter Jemaah Haji Embarkasi Palembang bersiap menyambut puncak haji di Arafah Muzdalifah dan Mina (Armuzna). Salah satu upaya agar seluruh jemaah haji dapat menjalani prosesi Armuzna dengan baik dan lancar, para petugas kloter melakukan survei langsung ke lokasi dan tenda jemaah di Arafah dan Mina.

Ketua Kloter 14 Embarkasi Palembang Salman Karomi menjelaskan, beberapa hari yang lalu, tepatnya pada Kamis 29 Mei 2025, petugas kloter 14 bersama Syariah Al Bait Guest Maktab 70 telah melakukan survei lokasi dan melihat tenda jemaah haji di Arafah dan Mina. Hal ini dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas dan rute pelayanan bagi jemaah haji.

“Kami meninjau langsung area tenda, jalur peziarah, serta titik posko kesehatan untuk memetakan letak strategis dan mengidentifikasi potensi hambatan. Kami ingin memastikan setiap detil, mulai dari arus pendorongan ke Armuzna hingga kembali ke Mekkah berjalan sempurna, agar jemaah merasa aman dan nyaman,” jelas Salman Karomi saat dihubungi Sabtu (31/05/2025) pagi WAS.

BACA JUGA  Benang Kusut KRIS, Buntut Pemaksaan Kepentingan Sepihak

Hal senada disampaikan petugas Kloter 17 Muhammad Makki. Menurut Makki, seluruh petugas kloter Embarkasi Palembang bersama dengan syarikah masing-masing melakukan survei lokasi di Arafah dan Mina. Rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan petugas kloter, baik Ketua Kloter, Pembimbing Ibadah, dan Tenaga Kesehatan untuk menghadirkan zero complaint service atau pelayanan terbaik bagi jemaah haji.

“Alhamdulillah, sebagian rekan-rekan petugas kloter sudah melakukan survei beberapa hari yang lalu. Untuk Kloter 17 sendiri, hari ini kita melakukan survei ke Arafah dan Mina. Dengan kegiatan survei lokasi ini, kami berharap dapat memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji,” tutur Makki.

Dia menambahkan, puncak haji di Arafah Muzdalifah dan Mina akan diawali dengan pergerakan jemaah dari hotel-hotel di Mekkah pada tanggal 8 Zulhijjah 1446 atau bertepatan dengan tanggal 4 Juni 2025. Jemaah haji akan melaksanakan wukuf di Arafah pada 9 Zulhijjah 1446 H atau pada 5 Juni 2025. Dilanjutkan mabit atau bermalam di Muzdalifah pada 10 Zulhijjah dan mabit di Mina pada tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijjah.

BACA JUGA  Pemprov Sumsel Dorong Majunya Sektor UMKM Melalui  Expo 2022 di Jabar

“Kami mohon doa semoga semua jemaah haji Embarkasi Palembang dan semua jemaah haji Indonesia diberi kelancaran sehingga dapat menjalani prosesi puncak haji dengan lancar serta meraih haji mabrur,” jelas Makki.

Sementara itu, Ketua PPIH Embarkasi/Debarkasi Palembang H. Syafitri Irwan menambahkan, tahun ini Embarkasi Palembang memberangkatkan 8.115 jemaah haji dengan rincian 6.910 asal Sumsel, 1.117 asal Bangka Belitung, dan 88 petugas kloter. Seluruh jemaah saat ini sudah berada di Mekkah dan melaksanakan umrah wajib.

Dari jumlah tersebut, ada lima jemaah haji yang wafat di Tanah Suci dengan rincian dua dari Sumsel dan tiga dari Bangka Belitung. “Jemaah yang meninggal akan mendapatkan haknya berupa badal haji dan asuransi,” jelas Syafitri.

BACA JUGA  Bukit Asam (PTBA) Unit Dermaga Kertapati Gelar Pengobatan Gratis dan Penanganan Stunting

Syafitri menuturkan, mendekati puncak haji ini ada beberapa imbauan yang disampaikan pihak Arab Saudi untuk menjadi perhatian jemaah haji. Salah satunya agar jemaah haji menjaga kesehatan dengan selalu memakai masker, menggunakan payung saat di luar tenda, mencuci tangan dan memakai hand sanitizer, serta mengkonsumi makanan sehat dan cukup cairan. Jemaah juga dilarang keluar dari tenda di Arafah dan Mina pada pukul 10.00 WAS sampai pukul 16.00 WAS karena suhu diperkirakan akan mencapai 50 derajat celcius.

“Ini untuk menjaga keselamatan dan kesehatan jemaah. Jemaah haji kami minta juga disiplin untuk mengikuti jadwal pergerakan resmi sesuai syarikah masing-masing serta wajib membawa dan menjaga kartu nusuk,” ujar Syafitri.

Berita Terkait

Gas Melon Langka dan Mahal, Kadisperindag PALI: Kami Tidak Punya Taji!
Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua
Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!
Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!
OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?
Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang
OPINI: May Day 2026 dan Sinyal SOS Hubungan Industrial Indonesia
Jejak Inovasi Sosial PHR Zona 1: Bawa Produk Batik Lapas Jambi ke Level Global

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 06:40 WIB

Gas Melon Langka dan Mahal, Kadisperindag PALI: Kami Tidak Punya Taji!

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:16 WIB

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:17 WIB

Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:54 WIB

Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:29 WIB

OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?

Berita Terbaru