Sungguh Miris Tinggal di Rumah Nyaris Ambruk, Nenek 80 Tahun Harapkan Bantuan Pemerintah

Sabtu, 15 Oktober 2022 - 16:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tubaba | Tintamerah.co.id – Sungguh miris nasib yang dialami sang nenek jumi warga Tiyuh margo mulyo Rk 02 Rt 07 kecamatan Tumijajar kabupaten Tulang Bawang Barat provinsi Lampung tinggal di rumah reyot di usia ke 80 tahun kondisi tubuhnya mulai renta sakit- sakitan tidak mampu mencari nafkah Butuh bantuan sosial pemerintah.

Berdasarkan informasi yang didapat dari warga setempat Nenek Jumi merupakan seorang janda ditinggal sang suami menghadap sang illahi meninggal dunia dan dikaruniai satu anak perempuan yang hidupnya juga serba kekurangan,” terang warga setempat, Jumat (14/10/2022).

“Nenek Jumi itu seorang janda sebatang kara selain tidak punya sanak saudara,harus memikul beban penderita’annya sendiri tinggal di rumah kayu berukuran 3 x 4 meter berlantai tanah yang kini sudah reyot. Kondisi kayu dan dinding yang terbuat dari anyaman bambu sudah tampak terlihat lapuk dan bolong jika musim hujan air masuk kedalam rumahnya,” tutur Lina warga setempat.

BACA JUGA  PTBA Cetak Tenaga Mekanik Andal, Siap Dukung Target Produksi

Dengan fisiknya yang uzur, nenek Jumi menurut Lina tetangganya tak bisa lagi mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari, dirinya hanya mengandalkan belas kasihan dari tetangga dan warga setempat. Bila tidak ada yang mengirimkan kebutuhan hidupnya terpaksa nenek Jumi harus menahan lapar.

“Setiap hari kami antar makanan dan kebutuhannya bahkan penerangan lampu listriknya saya salurkan secara gratis. Nenek Jumi sudah tidak bisa beraktifitas dikarenakan kakinya sakit, sudah sepantasnya seusia itu harus ada yang merawat tetapi dia tinggal sendiri dan anaknya yang kurang memperhatikannya,” katanya.

Lina juga menceritakan kisah pilu sang nenek Jumi melawan penderitaannya yang tinggal di rumah reyot tanpa kamar dan sekat, tidak memiliki apa -apa dan pekarangan tanah yang dihuninya pun merupakan milik orang lain.

BACA JUGA  Kapolda Resmikan Batalyon D Pelpor Satbrimob Polda Sumsel

“Tanahnya numpang rumah yang dihuni sekarang ini, dulu dibuat oleh warga secara swadaya karena kondisi memang benar- benar warga kurang mampu dan sangat membutuhkan perhatian,” tutupnya.

Ditempat terpisah, Iwan RK setempat saat dihubungi melalui sambungan telpon selulernya pada jumat (14/10/2020) sekira pukul 20.30.WIB mengaku nenek Jumi selama ini sudah diprioritaskan oleh pemerintah Tiyuh setempat selalu diberikan bantuan.

“Kalau nenek Jumi, selama ini kami prioritaskan mendapatkan bantuan BLT dari Dana-desa kemudian ada juga perhatian dari warga secara bergantian untuk memberikan bantuan kebutuhannya sehari -hari,”
singkatnya.
(Joni St)

Berita Terkait

Di Tengah Badai Hukum Wabup, Misteri ‘Menghilangnya’ Bupati PALI Terjawab: Asgianto Tumbang Diserang ISPA di Palembang
Tak Sekadar Omon-Omon: Kadis LH PALI Sukses Gol-kan Kontrak Sumur Minyak Pertamina!
Gas Melon Langka dan Mahal, Kadisperindag PALI: Kami Tidak Punya Taji!
Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua
Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!
Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!
OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?
Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:05 WIB

Di Tengah Badai Hukum Wabup, Misteri ‘Menghilangnya’ Bupati PALI Terjawab: Asgianto Tumbang Diserang ISPA di Palembang

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:22 WIB

Tak Sekadar Omon-Omon: Kadis LH PALI Sukses Gol-kan Kontrak Sumur Minyak Pertamina!

Senin, 15 Juni 2026 - 06:40 WIB

Gas Melon Langka dan Mahal, Kadisperindag PALI: Kami Tidak Punya Taji!

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:16 WIB

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:17 WIB

Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!

Berita Terbaru