Update COVID-19 Muba: Penambahan 8 Kasus Sembuh, 15 Positif

Senin, 4 Januari 2021 - 04:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEKAYU, tintamerah.co.id- Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Minggu (3/1/2021) mengkonfirmasi penambahan 8 kasus sembuh dan 15 terkonfirmasi positif COVID-19.

“Ada penambahan 8 kasus sembuh dan 15 terkonfirmasi positif COVID-19 per 3 Januari 2021,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Seftiani Peratita SS MKes.

Sefti merinci, adapun penambahan 15 kasus positif yakni diantaranya kasus 723 Laki-laki usia 44 tahun asal Sekayu, kasus 724 perempuan 11 tahun Sekayu, kasus 725 perempuan 14 tahun Balai Agung, kasus 726 Laki-laki 8 tahun Sekayu, kasus 727 Laki-laki 3 bulan Sekayu, kasus 728 perempuan Sekayu, kasus 729 Laki-laki 47 tahun Sekayu.

“Kemudian, kasus 730 perempuan 38 tahun Sekayu, kasus 731 Laki-laki 6 tahun Sekayu, kasus 732 Laki-laki 14 tahun Kayuara, kasus 733 Laki-laki 42 tahun Sekayu, kasus 734 perempuan 18 tahun Kayuara, kasus 735 perempuan 28 tahun Sekayu, kasus 736 Laki-laki 72 tahun Batanghari Leko, dan kasus 737 perempuan 24 tahun Sekayu,” ungkapnya.

BACA JUGA  Dandim 0412/LU Suapi Bupati Lampung Utara Dihari Ultah ke 65 Tahun

Diketahui, hingga 3 Januari 2021 ada sebanyak 737 kasus diantaranya 631 kasus sembuh, 76 masih dirawat, dan 30 kasus meninggal dunia.

Sementara itu, berdasarkan data update Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba 3 Januari 2021 tercatat ada sebanyak 429 ODP 429 selesai pemantauan 0 masih dipantau, 1.199 kontak erat 1.199 kontak selesai pemantauan 0 kontak erat yang masih dipantau, 183 PDP 0 proses pengawasan 163 selesai pengawasan. * ril

Berita Terkait

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua
Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!
Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!
OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?
Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang
OPINI: May Day 2026 dan Sinyal SOS Hubungan Industrial Indonesia
Jejak Inovasi Sosial PHR Zona 1: Bawa Produk Batik Lapas Jambi ke Level Global
Herman Deru Tabuh Genderang Perang: Desa Bersinar Sumsel Harus Jadi Benteng Anti-Narkoba Nasional!

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:16 WIB

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:17 WIB

Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:54 WIB

Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:29 WIB

OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:35 WIB

Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang

Berita Terbaru