Usai Direnovasi, Musholla ‘Nazmah’ Yang Terbengkalai Puluhan Tahun Diresmikan Kapolres OKU

Jumat, 29 Maret 2024 - 00:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Baturaja | Tintamerah.co.id – Sebuah bangunan terbengkalai puluhan tahun dan tertutup semak belukar ditemukan Kapolsek Ulu Ogan saat melakukan patroli sambang desa. Bangunan tersebut tadinya merupakan sebuah mushola yang dipergunakan sebagai sarana beribadah warga sekitar desa Belandang Ulu Ogan Kabupaten Oku. Mushola ditinggalkan oleh warga dan dibiarkan lapuk dimakan usia.

Mendengar aspirasi warga tentang terbengkalainya satu satunya tempat ibadah mereka, sontak membuat Kapolsek Ulu Ogan Ipda Indra Gunawan terketuk hati dan menyanggupi untuk memperbaikinya kembali.

Ipda Indra Gunawan yang menjabat sebagai Kapolsek Ulu Ogan sejak 2023 lalu, dikenal dekat dengan masyarakatnya, berhasil mengajak warganya bergotong royong mewujudkan impian masyarakat memiliki tempat ibadahnya kembali.

Setelah lebih dari 6 bulan proses renovasi dan perbaikan oleh Polsek Ulu Ogan dan warga, saat ini mushola tersebut telah dapat dipergunakan kembali untuk melaksanakan ibadah, baik sholat berjamaah, pengajian dan spesialnya telah digunakan untuk pelaksanaan ibadah tarawih Ramadhan 1445 ini.

BACA JUGA  Kapolres Aceh Timur Menyambung Asa Tiara Dihari Bhayangkara ke 77

Kapolres Oku AKBP Imam Zamroni Sik akhirnya bisa meresmikan penggunaan mushola yang diberi nama ‘Mushola Nazmah’ pada Senin (25/03/2024).

Mengajak tokoh agama, tokoh masyarakat dan warga setempat, Kapolres membawa serta Aipda Hadi Suhendra, yang juga merupakan tokoh agama untuk mengisi ceramah/kultum menjelang berbuka puasa bersama.

Kapolres dalam sambutannya menceritakan sejarah awal mushola yang telah terbengkalai sejak tahun 1998 tersebut.

“Alhamdulillah, semua terjadi karena kehendak Yang Maha Kuasa. Pimpinan Polda Sumsel yakni bapak Kapolda Irjen A Rachmad Wibowo mengutus seorang Ipda Indra Gunawan untuk bertugas sebagai Kapolsek disini. Ternyata salah satu berkah yang bisa kita rasakan adalah terbangunnya kembali sarana ibadah ini. Sekitar bulan Juli lalu, mushola ini ditemukan oleh pak Indra Gunawan, Kapolsek Ulu Ogan dengan kondisi yang sangat memprihatinkan, bangunan rusak parah, ditumbuhi semak belukar.,” ujarnya mengawali kisah.

BACA JUGA  BPJS Kesehatan Palembang Bersama Anggota Komisi IX DPR RI Gelar Sosialisasi Program JKN Selama Dua Hari di Ogan Ilir

“Melihat hal tersebut, tergugah hatinya pak Indra ini dan berinisiatif mengajak warga berunding untuk membangun/merehap kembali mushola ini. Dan alhamdulillah atas support pak Kapolres saat itu, pak AKBP Arif Harsono dan dukungan semua pihak akhirnya mushola ini dilakukan renovasi sejak Agustus lalu hingga bulan Februari kemaren,” lanjutnya.

Imam Zamroni mengajak warga untuk menjaga dan memanfaatkan mushola tersebut untuk kebaikan masyarakat.

“Hal yang terpenting dari ini semua adalah rasa syukur kita kepada Alloh SWT dan bagaimana kedepannya untuk dapat memakmurkan mushola ini, dan agar dijadikan juga sebagai tempat silahturahmi. Harapan kita dengan berdirinya kembali mushola ini dapat membawa manfaat dan keberkahan bagi kita semua,” pesan Kapolres.

BACA JUGA  Sumatera Selatan Dorong Upaya Pengendalian Inflasi dan Elektronifikasi Ekonomi di High Level Meeting TPID dan TP2DD

Sementara Ustad Alimin, yang juga tokoh masyarakat desa Belandang mengucapkan terimakasihnya atas kepedulian dan bantuan sehingga berfungsinya kembali mushola warganya.

“Terimakasih kami kepada pak Kapolda Sumsel, Kapolres OKU, pak Kapolsek Ulu Ogan dan jajarannya, serta semua pihak yang telah membantu merenovasi mushola ini yang mana sebelumnya tidak tersentuh dan terbengkalai selama berpuluh-puluh tahun,” ucapnya.

“Kedepan, mushola ini akan kami rawat dengan sebaik-baiknya untuk sarana ibadah dan kami pergunakan untuk kegiatan bermanfaat lainnya utamanya silaturahmi antar warga disini,” tandasnya.*

Berita Terkait

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua
Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!
Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!
OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?
Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang
OPINI: May Day 2026 dan Sinyal SOS Hubungan Industrial Indonesia
Jejak Inovasi Sosial PHR Zona 1: Bawa Produk Batik Lapas Jambi ke Level Global
Herman Deru Tabuh Genderang Perang: Desa Bersinar Sumsel Harus Jadi Benteng Anti-Narkoba Nasional!

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:16 WIB

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:17 WIB

Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:54 WIB

Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:29 WIB

OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:35 WIB

Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang

Berita Terbaru