Apresiasi Untuk Anggota Polda Sumsel Sebagai Pelopor Donor Plasma Pertama

Senin, 1 Februari 2021 - 09:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang|Tintamerah.co.id-
Apresiasi yang setinggi- tingginya diucapkan kepada Kepolisian Republik Indonesia khususnya Polda Sumsel berkaitan dengan komitmennya dalam berjuang melawan Covid-19 di Sumsel bukan hanya sebatas penegakan Protokol Kesehatan (prokes), namun sudah sampai pada pelaksanaan donor plasma konvalesen yang merupakan salah satu teknologi kedokteran yang digunakan dalam melawan Covid-19.

Menurut Andreas OP, kordinator Relawan Gemass Lacona berdasarkan beberapa literatur kesehatan menyebutkan bahwa terapi plasma konvalesen diberikan dari pasien Covid-19 yang sudah sembuh yang kaya dengan antibodi poliklonal, yang ditransfusikan kepada pasien Covid-19.

“Sebagai salah satu upaya pemberian terapi imun pasif dengan segera, salah satunya hal ini telah dilakukan oleh anggota Kepolisian Republik Indonesia atas nama Aiptu Asmuni dari kesatuan Intelkam Polda sumsel, dimana Aiptu Asmuni menjadi orang pertama dijajaran Polda Sumsel yang menjadi pasien pendonor plasma konvalesen,” ujarnya, Senin (1/2/2021).

BACA JUGA  Mitra Binaan Bukit Asam (PTBA) Ramaikan Puncak Hari UMKM Nasional 2024

Sementara itu, Rizky Pratama dari relawan Covid-19 sumsel memberikan apresiasi yang tinggi kepada Aiptu Asmuni atas pengabdianya yang telah bersedia menjadi pasien donor plasma konvalesen. “Semoga ini menjadi triger bagi seluruh anggota kepolisian lainya untuk mengikuti jejaknya, serta mendorong semakin luasnya partisipasi para korban penderita Covid-19 untuk gotong royong melawan Covid-19,” katanya.

Rizky juga mengungkapkan, dengan semakin meluasnya para pendonor sukarela plasma konvalesen diharapkan ini menjadi metode pengobatan altenatif diluar metode vaksin. “Dengan harapan dapat menurukan angka pasien Covid-19 di Sumsel, selain melalui penetapan prokes dalam setiap kegiatan namun juga sudah bergeser pada penerapan ilmu kedokteran baru soal Covid-19,” ungkapnya.

BACA JUGA  Warga di RT 63 Panca Usaha 5 Ulu Palembang, Resmi Miliki Posyandu "Arozzak"

Rizky menjelaskan, Gemass Lacona dan Relawan Covid-19 Sumsel sebagai bagian perwakilan warga Sumsel memberikan dukungan moral serta apresiasi yang setinggi- tingginya kepada jajaran Kepolisian, khususnya Kapolda Sumsel yang telah mendukung Aiptu Asmuni dalam donor plasma ini.

“Semoga ini menjadi awal yang baik bagi perkembangan teknologi penyembuhan Covid-19 dan perkembangan ilmu pengetahuan kedepannya,” jelasnya.

Rizky berharap, kegiatan donor plasma konvalesen yang dipelopori oleh salah satu anggota Polda Sumsel, menunjukan bahwa Polda Sumsel menjadi salah satu pelopor.

“Saya berharap ini menjadi contoh bagi instansi lainya, untuk bersama- sama berperan aktif dalam kegiatan donor plasma nantinya, dan kegiatan donor ini dapat dilakukan Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang,” tutupnya.
Hanny.

Berita Terkait

Gas Melon Langka dan Mahal, Kadisperindag PALI: Kami Tidak Punya Taji!
Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua
Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!
Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!
OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?
Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang
OPINI: May Day 2026 dan Sinyal SOS Hubungan Industrial Indonesia
Jejak Inovasi Sosial PHR Zona 1: Bawa Produk Batik Lapas Jambi ke Level Global

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 06:40 WIB

Gas Melon Langka dan Mahal, Kadisperindag PALI: Kami Tidak Punya Taji!

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:16 WIB

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:17 WIB

Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:54 WIB

Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:29 WIB

OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?

Berita Terbaru