Antisipasi Gangguan Keamanan Jelang Lebaran, 3.578 Personil Gabungan Disebar  Dalam Operasi Ketupat Musi 2022

Sabtu, 23 April 2022 - 17:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang | Tintamerah.co.id – Guna memberikan rasa aman bagi masyarakat yang hendak  bepergian saat liburan panjang dalam rangka   hari raya  Idul Fitri 1443 Hijriah, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bersama dengan  TNI/ Polri  menyiapkan 3.578 personil gabungan yang akan bertugas pada Operasi Ketupat Musi 2022.

Saat bertindak selaku inspektur upacara (Irup) pada apel gelar pasukan kesiapan Operasi  Ketupat Musi 2022 yang digelar di  Stadion Wira Bakti Komplek Pakri Palembang, Jumat (22/4) pagi.

Wakil Gubernur (Wagub) Sumsel Ir H Mawardi  Yahya  menegaskan, ke 3.578  orang personil gabungan tersebut akan betugas memberikan pengamanan bagi para pemudik, selain itu juga disiapkan sebanyak 87 pos keamanan yang nantinya juga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk istirahat ataupun mencari informasi terkait dengan kelancaran selama perjalanan mudik maupun arus balik lebaran.

Dengan didampingi  Pangdam II/ Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi, Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto, Wagub Mawardi Yahya dikesempatan tersebut juga membacakan amanat  tertulis  Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang menegaskan,  Operasi Ketupat Musi 2022  dititik beratkan pada  terciptanya rasa aman di tengah  masyarakat.

BACA JUGA  Heri Amalindo jadi Penguji Sidang Terbuka Doktor di UIN Raden Fatah

“Kelonggaran yang diberikan oleh pemerintah agar masyarakat dapat merayakan Idul Fitri bersama keluarga, strategi  ini merupakan upaya penguatan  dalam mengendalikan penyebaran Covid-19. Idul Fitri  harus dapat berjalan dengan baik tanpa ada gangguan  dari pihak manapun,” tegas Mawardi.

Lebih lanjut Kapolri menekanan  agar aparat dilapangan dapat bekerja dengan profesional dalam memberikan layanan pada masyarakat ataupun pemudik. Dengan tetap menjaga stamina dan kesehatan tubuh baik jasmani maupun secara mental selama operasi ketupat  berlangsung.

“Laksanakan pengamanan  secara profesional  dengan tetap mengedepankan sikap  humanis.  Lakukan  patroli dan pengamanan secara  ketat di titik-titik rawan kriminalitas  dan mantapkan kerja sama, sinergi, dan solidaritas  dengan berbagai  pihak  yang terlibat dalam operasi ini,” tambahnya.

Kepada para pengguna jalan raya, secara khusus Mawardi berpesan agar dapat mengedepankan keselamatan selama berkendara. Taat aturan lalulintas agar dapat dengan selamat sampai ke tempat tujuan.

BACA JUGA  FPB Gelar Yatim Piatu Mengaji

“Masyarakat  pemudik   tetaplah  patuhi  aturan dan rambu lalulintas agar dapat dengan selamat sampai ketempat tujuan.  Karena  kedatangan anda akan ditunggu oleh keluarga lainnya yang hendak menggelar lebaran bersama,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Toni Harmanto  menyebut, fungsi dari pos pos kemanan yang dibuat sepanjang ruas jalan yang dilewati pemudik dapat dimanfaatkan sebagai tempat istirahat ataupun mendapatkan informasi yang dibutuhkan terkait dengan rute atau  kondisi jalan yang hendak dilewati pemudik.

“Keberadaan  personil gabungan yang ada  di  pos pengamanan  kita harapkan akan dapat banyak membantu kalangan pemudik sehingga dengan selamat sampai ketempat tujuan,” imbuhnya.

Sedangkan untuk  pengamanan jalur yang dinilai rawan, menurut Kapolda pihaknya akan menambah anggota untuk melakukan patroli sebagai antisipasi terjadinya aksi kriminal.

“Anggota kita tidak akan segan melakukan tindakan tegas dan terukur jika ada oknum yang hendak mengganggu keamanan  termasuk di titik-titik yang dianggap rawan akan kita  lakukan patroli rutin,” tandasnya.

BACA JUGA  Budayakan Bersih, Satgas Yonif 143/TWEJ Ajak Gotong Royong Masyarakat Kiwirok

Kapolda merinci ke 3.578 personil tersebut terdiri atas Polri 1.783 personil, TNI 358 personil sedangkan pasukan gabungan 1.437 orang.

Untuk diketahui,  sebagai tanda dimulainya Operasi Ketupat Musi 2022 diwilayah Provinsi Sumsel, Wagub didampingi Kapolda dan Pangdam menyematkan tanda pita  dilanjutkan dengan pemeriksaan pasukan  dan kelengkapan kendaraan.  Operasi Ketupat Musi tahun ini akan dimulai  pada  28 April 2022 hingga  9 Mei 2022  mendatang.

Dengan  fokus pengamanan  sejumlah objek vital seperti  Masjid, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun KA, Bandara, dan  ruas jalan yang akan dilalui para pemudik.

Turut hadir pula dalam kesempatan tersebut,  Wakapolda Sumsel, Brigjen Pol Rudi Setiawan, Wakil Ketua DPRD, Kartika Sandra Desi, Kabinda Prov. Sumsel Brigjen TNI Armansyah,  Dandrem 044/GAPO, Brigjen TNI M. Naudi Nurdika Danlanal Palembang, Kolonel Laut, Widyo Sasongko, Danpomdan II Sriwijaya Kolonel Andi Cpm Andi Suci Agustiansyah.
(***)

Berita Terkait

Wakil Ketua DPRD PALI Firdaus Hasbullah Nyatakan Perang Total Desak Pencabutan Mutlak Pergub Nomor 40 Tahun 2017 Demi Keadilan Bumi Serepat Serasan
“Pak De” Soemarjono Desak Pencabutan Pergub 40 Tahun 2017 Wajib Akomodasi PP Terbaru Demi Kepastian Hukum Pemkab dan Keadilan Rakyat PALI
Tegas dan Tanpa Kompromi! Firdaus Hasbullah Ungkap Pergub 40/2017 Tidak Punya Dasar Hukum, RSA PALI Siapkan Perlawanan Total
Bedah Regulasi Pergub 40/2017: Dhabi K Gumarya Luruskan Pemahaman Hukum dan “Transfer Knowledge” Soal Diskresi ke Aktivis PALI
Dhabi K Gumarya ke ‘Bos’ PGK PALI: Pergub 40/2017 Tidak Punya Cantelan Hukum dan Wajib Dicabut, Bukan Direvisi
Sengit Di Agam Pisan: Kupas Tuntas Tanya Jawab Sonny Ternando Dan Dhabi K Gumarya Bongkar Cacat Hukum Pergub 40/2017
Praktisi Hukum Sumsel Dhabi K Gumarya Tegaskan Pemangku Kebijakan dan Pertamina Wajib Tunduk Mutlak pada UU Nomor 2 Tahun 2012
Napak Tilas Kejayaan Migas PALI: Efran Tegas Dukung Survei Seismik BGP, Tapi Perang Total Cabut Pergub Usang!

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 12:55 WIB

Wakil Ketua DPRD PALI Firdaus Hasbullah Nyatakan Perang Total Desak Pencabutan Mutlak Pergub Nomor 40 Tahun 2017 Demi Keadilan Bumi Serepat Serasan

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:22 WIB

“Pak De” Soemarjono Desak Pencabutan Pergub 40 Tahun 2017 Wajib Akomodasi PP Terbaru Demi Kepastian Hukum Pemkab dan Keadilan Rakyat PALI

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:01 WIB

Tegas dan Tanpa Kompromi! Firdaus Hasbullah Ungkap Pergub 40/2017 Tidak Punya Dasar Hukum, RSA PALI Siapkan Perlawanan Total

Jumat, 31 Juli 2026 - 05:46 WIB

Bedah Regulasi Pergub 40/2017: Dhabi K Gumarya Luruskan Pemahaman Hukum dan “Transfer Knowledge” Soal Diskresi ke Aktivis PALI

Jumat, 31 Juli 2026 - 05:01 WIB

Dhabi K Gumarya ke ‘Bos’ PGK PALI: Pergub 40/2017 Tidak Punya Cantelan Hukum dan Wajib Dicabut, Bukan Direvisi

Berita Terbaru