Wagub Mawardi Yahya Targetkan Health Land Tourism Expo Semakin Masifkan Sosialisasi Wisata Kesehatan di Sumsel 

Minggu, 3 Juli 2022 - 15:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang | Tintamerah.co.id – Wakil Gubernur Sumsel H. Mawardi Yahya membuka ” Health Tourism Land” Expo,  yang digelar Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Sumsel di Palembang Sport and Convention Centre (PSCC), Minggu (3/7) siang. Expo ini rencananya dibuka mulai 2-6 Juli 2022.

Dalam sambutannya Wagub  Mawardi Yahya menyampaikan terimakasih kepada Ketua DPD Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia,(ASPPI) Sumsel dan penyelenggara kegiatan yang menggelar expo  berbarengan dengan momen FORNAS VI Sumsel.

Dengan menjadi tuan rumah FORNAS VI Sumsel diharapkan semakin dapat membangkitkan gairah ekonomi dan usaha pariwisata di Sumsel.

Lebih jauh Wagub Mawardi mengatakan, pembangunan kepariwisataan tidak terlepas dari empat aspek penting dalam

membangun citra pariwisata yakni pembangunan daya tarik wisata, pengembangan industri pariwisata, pemasaran serta peningkatan kelembagaan baik sumber daya manusia, aparatur maupun masyarakat.

Saat ini menurutnya Sumsel patut bersyukur karena sering ditunjuk menjadi tempat penyelenggaraan berbagai event penting baik nasional maupun internasional. Serta Sumsel pun menjadi model wisata olahraga nasional. Diharapkan dengan banyaknya event tersebut akan semakin meningkatkan kunjungan wisatawan di Sumsel.

Adapun event FORNAS yang tengah berlangsung ini menjadi bukti kepercayaan pemerintah pusat kepada Sumsel apalagi dengan penyelenggaraan ini ada 12.000 pegiat hadir ke Sumsel.

BACA JUGA  Manasik Akbar Zafa Tour Dihadiri Ribuan Jamaah

“Harapan kita dalam sektor pariwisata ini dapat membangkitkan usaha sektor pariwisata sekaligus memberikam gairah kepada masyarakat sekitar dalam menyambut peluang selama event berlangsung. Sebab pandemi Covid benar-benar berdampak pada sektor pariwisata termasuk perhotelan, tour and travel bahkan sampai pengelola daya tarik wisata juga sangat terimbas,” jelasnya.

Bahkan berbagai industri dan sektor usaha pariwisata menjadi sektor tertinggi yang mengalami dampak kerugian baik materi maupun sumber daya.

“Pemerintah tidak tinggal diam melihat fenomena ini sehingga kami bekerjasama dengan kementerian pusat berupaya membangkitkan UMKM dengan memberdayakan kearifan lokal dan membangkitkan pariwisata dimulai dengan membangun desa wisata, pelatihan, dna permodalan sektor usaha ekonomi kreatif, serta tidak lupa menciptakan event event yang mendatangkan para pengunjung, sehingga masyarakat dapat diuntungkan dengan adanya event tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, wisata kesehatan atau wellness tourism  ini menjadi salah satu fokus sektor pariwisata Indonesia selama new normal. Hal ini seiring tren wisata kesehatan yang semakin naik daun karena pandemi Covid 19.

“Meskipun wellness tourism ini baru namun PR kita adalah memulainya untuk  mengenalkan wisata kesehatan di Sumsel. Hal ini bisa kita awali dengan pameran wisata kesehatan yang diselenggarakan ini,” jelasnya.

BACA JUGA  Kapolda Sumsel Bersama Komunitas 4X4 Salurkan Bantuan Kepada Masyarakat Korban Banjir

Lebih jauh dikatakannya Sumsel memiliki kekayaan alam dan budaya yang sangat berpotensi dalam menciptakan keberagaman industri wellness tourism di Indonesa.

Meski istilah wisata kesehatan masih awam namun wisata kesehatan dijelaskannya berbeda dengan wisata medis. karena wisata kesehatan atau wellness tourism memilki berbagai alternatif dari sisi produk yang dicampur dengan budaya, kuliner dan daya tarik wisata.

Dalam tujuan perjalanan, wisata medis  dikenal dengan melakukan perjalanan hanya untuk mendapatkan perawatan guna mengatasi penyakit atau kondisinya. Sedangkan wisata kesehatan adalah para pengunjung melakukan wisata melakukan perjalanan untuk memelihara, mengelola dan meningkatkan kesehatan dan kondisi tubuh secara menyeluruh.

“Dalam motivasi liburan pun pelaku wisata kesehatan melakukan perjalanan  berdasarkan keinginan untuk hidup sehat dan mencegah penyakit serta melakukan perjalanan untuk mengurangi stres, mengelola kebiasaan gaya hidup yang buruk, serta mendapat pengalaman yang otentik,” paparnya.

Di tempat yang sama Ketua ASPPI DPD Sumsel Mgs. Moh. Isnaini sekaligus ketua panitia pelaksana mengatakan bahwa health touris ini  bukan barang baru karena cikal bakalnya sudah ada sejak tahun 2012 hasil kolaborasi dua kementerian yakni Kemenkes dan Kemenparekraf.

Adapun wisata kesehatan menurutnya terbagi menjadi empat kluster  dan semuanya tersedia pada expo ini.

BACA JUGA  Kodim 0418/Palembang Ikuti Bimtek Serkom Tenaga Kerja Konstruksi Terampil dengan Menerjunkan 62 Prajurit TNI-AD

Kluster tersebut masing-masing yakni, wisata medis yang sudah terwakili dari RS dan lab yang ambil bagian. Kemudian wisata kebugaran diwakili stand fitnes center serta wisata ilmiah dari IDI dan terakhir kluster wisata olahraga.

“Semuanya ada di Sumsel dan besar harapan kami agar Pemprov dapat membantu penyelenggaraan event ini secara berkelanjutan.  Bahkan menjadi event tahunan. Ini juga menjadi langkah kita mencegah devisa melayang lebih banyak ke luar negeri,” ucapnya.

Melalui momen ini Ia berharap menjadi waktu yang pas menunjukkan bahwa wisata kesehatan sangat potensi di Sumsel.

“Sekalian kita melaunching Sumsel Tanah Wisata Kesehatan. Agar ada peluang ekonomi lanjutan. Tinggal kita terus edukasi dan beri pemahaman warga bahwa Sumsel layak jadi tujuan wisata kesehatan,” jelasnya.

Selain melaunching Health Land Tourism, dalam kesempatan itu juga dilakukan penyerahan penghargaan kepada sejumlah tokoh Panutan Wisata Kesehatan.

Hadir dalam kesempatan itu Ketua DPRD Sumsel Hj. R.A. Anita Noeringhati, Ketua IDI Sumsel, Dr. Hj. Abla Ghani, Sp.THT-KL (K), perwakilan RSUD Siti Fatimah, Direktur RSUD Bari Palembang, dr. Hj. Makiani dan sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumsel.
(***)

Berita Terkait

Wakil Ketua DPRD PALI Firdaus Hasbullah Nyatakan Perang Total Desak Pencabutan Mutlak Pergub Nomor 40 Tahun 2017 Demi Keadilan Bumi Serepat Serasan
“Pak De” Soemarjono Desak Pencabutan Pergub 40 Tahun 2017 Wajib Akomodasi PP Terbaru Demi Kepastian Hukum Pemkab dan Keadilan Rakyat PALI
Tegas dan Tanpa Kompromi! Firdaus Hasbullah Ungkap Pergub 40/2017 Tidak Punya Dasar Hukum, RSA PALI Siapkan Perlawanan Total
Bedah Regulasi Pergub 40/2017: Dhabi K Gumarya Luruskan Pemahaman Hukum dan “Transfer Knowledge” Soal Diskresi ke Aktivis PALI
Dhabi K Gumarya ke ‘Bos’ PGK PALI: Pergub 40/2017 Tidak Punya Cantelan Hukum dan Wajib Dicabut, Bukan Direvisi
Sengit Di Agam Pisan: Kupas Tuntas Tanya Jawab Sonny Ternando Dan Dhabi K Gumarya Bongkar Cacat Hukum Pergub 40/2017
Praktisi Hukum Sumsel Dhabi K Gumarya Tegaskan Pemangku Kebijakan dan Pertamina Wajib Tunduk Mutlak pada UU Nomor 2 Tahun 2012
Napak Tilas Kejayaan Migas PALI: Efran Tegas Dukung Survei Seismik BGP, Tapi Perang Total Cabut Pergub Usang!

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 12:55 WIB

Wakil Ketua DPRD PALI Firdaus Hasbullah Nyatakan Perang Total Desak Pencabutan Mutlak Pergub Nomor 40 Tahun 2017 Demi Keadilan Bumi Serepat Serasan

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:22 WIB

“Pak De” Soemarjono Desak Pencabutan Pergub 40 Tahun 2017 Wajib Akomodasi PP Terbaru Demi Kepastian Hukum Pemkab dan Keadilan Rakyat PALI

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:01 WIB

Tegas dan Tanpa Kompromi! Firdaus Hasbullah Ungkap Pergub 40/2017 Tidak Punya Dasar Hukum, RSA PALI Siapkan Perlawanan Total

Jumat, 31 Juli 2026 - 05:46 WIB

Bedah Regulasi Pergub 40/2017: Dhabi K Gumarya Luruskan Pemahaman Hukum dan “Transfer Knowledge” Soal Diskresi ke Aktivis PALI

Jumat, 31 Juli 2026 - 05:01 WIB

Dhabi K Gumarya ke ‘Bos’ PGK PALI: Pergub 40/2017 Tidak Punya Cantelan Hukum dan Wajib Dicabut, Bukan Direvisi

Berita Terbaru