Bank Indonesia Bongkar Kunci Pertumbuhan Ekonomi Sumsel Tahun 2024

Kamis, 11 Juli 2024 - 10:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang, Tintamerah.co.id – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) mengadakan Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Triwulan I 2024 di Zuri Hotel Palembang pada Kamis, 11 Juli 2024.

Acara ini bertujuan untuk menjelaskan kinerja ekonomi Sumsel pada triwulan pertama tahun ini serta faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan tantangan yang dihadapi.

Dalam sambutannya, Kepala BI Sumsel Ricky P Ghozali menyatakan bahwa perekonomian Sumsel pada triwulan I 2024 tumbuh 5,06% year-on-year (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya yang sebesar 4,94% (yoy).

“Pertumbuhan ini mencerminkan dinamika positif di berbagai sektor, meskipun ada beberapa tantangan yang perlu diatasi,” ujarnya.

Dari sisi pengeluaran, peningkatan ekonomi pada Triwulan I 2024 didorong oleh peningkatan konsumsi belanja pemerintah dan investasi, yang mengimbangi penurunan kinerja ekspor.

“Belanja pemerintah dan investasi menjadi pilar utama dalam menopang pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global,” tambah Ricky.

Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi Triwulan I 2024 didorong oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, yang berhasil menunjukkan kinerja solid meskipun sektor pertambangan, industri pengolahan, dan perdagangan mengalami deselerasi.

BACA JUGA  Gelombang Pertama Usai, Embarkasi Palembang Berangkatkan 4.041 Jemaah

“Pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi penggerak utama ekonomi Sumsel pada triwulan ini,” kata Ricky.

Selain itu, dari sisi keuangan daerah, realisasi pendapatan dan belanja pemerintah daerah pada Triwulan I 2024 meningkat dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan pemerintah mencapai Rp 9,46 triliun atau 20,96% dari target, sementara realisasi belanja meningkat dari 5,55% menjadi 9,36%.

“Peningkatan ini mencerminkan pengelolaan anggaran daerah yang lebih efektif dan efisien,” jelas Ricky.

Realisasi belanja dari APBN di Sumsel juga lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, namun realisasi pendapatan lebih rendah.

“Penurunan realisasi pendapatan menunjukkan perlunya strategi yang lebih baik dalam mengoptimalkan penerimaan negara,” tambah Ricky.

Provinsi Sumsel mencatatkan inflasi sebesar 3,24% (yoy) pada triwulan I 2024, meningkat dibandingkan triwulan IV 2023 yang sebesar 3,17% (yoy).

Ricky menjelaskan bahwa tekanan inflasi ini disebabkan oleh demand-pull inflation akibat meningkatnya permintaan selama Ramadhan dan perayaan. Komoditas penyumbang inflasi terbesar adalah beras, daging ayam ras, dan cabai merah.

BACA JUGA  Medco E&P Malaka Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 173 Siswa Berprestasi

“Permintaan yang meningkat selama Ramadhan dan perayaan menyebabkan harga komoditas tertentu naik, mempengaruhi inflasi,” ujarnya.

Ricky juga menyampaikan beberapa langkah strategis yang diambil Bank Indonesia Sumsel untuk mengendalikan inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi, seperti koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan barang.

“Kami terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan ketersediaan dan kestabilan harga komoditas penting menjelang periode-periode krusial seperti Ramadhan dan Hari Raya,” katanya.

Bank Indonesia Sumsel juga fokus pada pengembangan sektor-sektor ekonomi yang berpotensi besar untuk pertumbuhan jangka panjang, seperti sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan.

“Kami melihat potensi besar di sektor-sektor ini dan berkomitmen untuk mendorong inovasi dan investasi yang dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing,” tambah Ricky.

Dalam acara ini, Ricky juga menekankan pentingnya dukungan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah, swasta, dan komunitas, untuk mewujudkan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.

BACA JUGA  Polda Lampung Silaturahmi Bersama Relawan Jokowi Sepakat Menciptakan Kondusifitas Pemilu 2024

“Pertumbuhan ekonomi ini adalah hasil kontribusi semua pihak. Kolaborasi dan sinergi menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan pembangunan yang lebih baik,” ujarnya.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk pejabat pemerintah daerah, perwakilan sektor swasta, akademisi, dan media. Diskusi yang hangat dan konstruktif mewarnai acara ini, dengan berbagai pandangan dan ide untuk memperkuat ekonomi Sumsel ke depan.

“Melalui diseminasi ini, kami berharap semua pihak dapat memahami kondisi ekonomi saat ini dan langkah-langkah yang perlu diambil untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada,” pungkas Ricky.

Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Triwulan I 2024 ini menjadi momentum penting bagi Sumsel untuk mengevaluasi kinerja ekonomi dan merumuskan strategi yang lebih efektif ke depan. Dengan pertumbuhan yang terus berlanjut dan langkah-langkah strategis yang tepat, Sumsel diharapkan dapat mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. (dkd)

Berita Terkait

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua
Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!
Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!
OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?
Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang
OPINI: May Day 2026 dan Sinyal SOS Hubungan Industrial Indonesia
Jejak Inovasi Sosial PHR Zona 1: Bawa Produk Batik Lapas Jambi ke Level Global
Herman Deru Tabuh Genderang Perang: Desa Bersinar Sumsel Harus Jadi Benteng Anti-Narkoba Nasional!

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:16 WIB

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:17 WIB

Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:54 WIB

Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:29 WIB

OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:35 WIB

Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang

Berita Terbaru