Palembang, Tintamerah.co.id – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) mengadakan Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi (LPP) Triwulan I 2024 di Zuri Hotel Palembang pada Kamis, 11 Juli 2024.
Acara ini bertujuan untuk menjelaskan kinerja ekonomi Sumsel pada triwulan pertama tahun ini serta faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan tantangan yang dihadapi.
Dalam sambutannya, Kepala BI Sumsel Ricky P Ghozali menyatakan bahwa perekonomian Sumsel pada triwulan I 2024 tumbuh 5,06% year-on-year (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya yang sebesar 4,94% (yoy).
“Pertumbuhan ini mencerminkan dinamika positif di berbagai sektor, meskipun ada beberapa tantangan yang perlu diatasi,” ujarnya.
Dari sisi pengeluaran, peningkatan ekonomi pada Triwulan I 2024 didorong oleh peningkatan konsumsi belanja pemerintah dan investasi, yang mengimbangi penurunan kinerja ekspor.
“Belanja pemerintah dan investasi menjadi pilar utama dalam menopang pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global,” tambah Ricky.
Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi Triwulan I 2024 didorong oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, yang berhasil menunjukkan kinerja solid meskipun sektor pertambangan, industri pengolahan, dan perdagangan mengalami deselerasi.
“Pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi penggerak utama ekonomi Sumsel pada triwulan ini,” kata Ricky.
Selain itu, dari sisi keuangan daerah, realisasi pendapatan dan belanja pemerintah daerah pada Triwulan I 2024 meningkat dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan pemerintah mencapai Rp 9,46 triliun atau 20,96% dari target, sementara realisasi belanja meningkat dari 5,55% menjadi 9,36%.
“Peningkatan ini mencerminkan pengelolaan anggaran daerah yang lebih efektif dan efisien,” jelas Ricky.
Realisasi belanja dari APBN di Sumsel juga lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, namun realisasi pendapatan lebih rendah.
“Penurunan realisasi pendapatan menunjukkan perlunya strategi yang lebih baik dalam mengoptimalkan penerimaan negara,” tambah Ricky.
Provinsi Sumsel mencatatkan inflasi sebesar 3,24% (yoy) pada triwulan I 2024, meningkat dibandingkan triwulan IV 2023 yang sebesar 3,17% (yoy).
Ricky menjelaskan bahwa tekanan inflasi ini disebabkan oleh demand-pull inflation akibat meningkatnya permintaan selama Ramadhan dan perayaan. Komoditas penyumbang inflasi terbesar adalah beras, daging ayam ras, dan cabai merah.
“Permintaan yang meningkat selama Ramadhan dan perayaan menyebabkan harga komoditas tertentu naik, mempengaruhi inflasi,” ujarnya.
Ricky juga menyampaikan beberapa langkah strategis yang diambil Bank Indonesia Sumsel untuk mengendalikan inflasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi, seperti koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan barang.
“Kami terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan ketersediaan dan kestabilan harga komoditas penting menjelang periode-periode krusial seperti Ramadhan dan Hari Raya,” katanya.
Bank Indonesia Sumsel juga fokus pada pengembangan sektor-sektor ekonomi yang berpotensi besar untuk pertumbuhan jangka panjang, seperti sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan.
“Kami melihat potensi besar di sektor-sektor ini dan berkomitmen untuk mendorong inovasi dan investasi yang dapat meningkatkan produktivitas dan daya saing,” tambah Ricky.
Dalam acara ini, Ricky juga menekankan pentingnya dukungan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah, swasta, dan komunitas, untuk mewujudkan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.
“Pertumbuhan ekonomi ini adalah hasil kontribusi semua pihak. Kolaborasi dan sinergi menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan pembangunan yang lebih baik,” ujarnya.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk pejabat pemerintah daerah, perwakilan sektor swasta, akademisi, dan media. Diskusi yang hangat dan konstruktif mewarnai acara ini, dengan berbagai pandangan dan ide untuk memperkuat ekonomi Sumsel ke depan.
“Melalui diseminasi ini, kami berharap semua pihak dapat memahami kondisi ekonomi saat ini dan langkah-langkah yang perlu diambil untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada,” pungkas Ricky.
Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Triwulan I 2024 ini menjadi momentum penting bagi Sumsel untuk mengevaluasi kinerja ekonomi dan merumuskan strategi yang lebih efektif ke depan. Dengan pertumbuhan yang terus berlanjut dan langkah-langkah strategis yang tepat, Sumsel diharapkan dapat mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. (dkd)















