Beras Unggulan Pemkab Banyuasin Diduga Kurang Timbangan

Kamis, 11 Maret 2021 - 00:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANYUASIN|Tintamerah.co.id –
Pemerintah Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan telah memproduksi beras kemasan bermerek Sedulang Setudung yang berasal dari hasil panen petani Banyuasin.

Beras berkualitas premium dan medium itu diproduksi oleh Badan Usaha Milik Daerah ( BUMD) Banyuasin, Perusahaan Umum Daerah Sei Sembilang.

Namun sangat di sayangkan beras kemasan Sedulang Setudung yang baru saja berjalan dan merupakan produk unggulan Pemerintah Kabupaten Banyuasin yang beredar di kalangan ASN ini sudah mulai tercoreng diduga akibat ulah beberapa oknum yang mana beras yang dikemas 1 karung berat netto 10 kg itu ternyata volumenya berkurang ketika diterima di timbang ulang ada yang 6,7 kg hingga 8 kg saja,hal ini terungkap oleh Tim ormas Amunisi dan beberapa LSM Kabupaten Banyuasin saat sidak di Kecamatan Rantau Bayur. Selasa (9/3/2021)

BACA JUGA  Disnakertrans Muba Prioritaskan Warga Yang Terdaftar Dalam DTKS

Program Bupati Banyuasin yang seharusnya di acungkan jempol dan bisa memproduksi beras dari hasil pertanian dikabupaten banyuasin,namun program tersebut disalah gunakan oleh oknum oknum yang tidak bertanggung jawab.

Ketua AMUNISI Banyuasin Efriadi Efendi di dampingi Kurniadi saat di Konfirmasi Rabu (11/3/2021),”Ya benar, kami bersama rekan rekan LSM lainya melakukan sidak langsung ke kantor Camat Rantau Bayur.untuk menindak lanjuti laporan dari PNS yang menerima beras Sembilang tersebut,berdasarkan pengakuan sudah tiga bulan ini beras tersebut kurang volume yang seharusnya 10 kg sedangkan yang kami terima hanya 6,7 dan 8 kg/sak.setiap PNS harus 2 sak dipatok dengan harga Rp.222.000,- jelas mereka sangat dirugikan,”Jelasnya.

Selain itu Camat Rantau Bayur Saiful Anwar saat ditemui di kantornya”mengaku kaget di karnakan sejumlah PNS di kantor Camat Rantau Bayur banyak yang mengembalikan beras tersebut diawali dari UPTD Pertanian Kecamatan Rantau Bayur dengan alasan beras tersebut kurang Volume,namun menurut Saiful beras tersebut sudah diambil oleh pihak BUMD Banyuasin dan sudah ditukar ,”Katanya.

BACA JUGA  Bersama 12 Kades, Camat Jirak Jaya Kunjungi Perpustakaan Sidorejo dan Tegal Mulyo

Sekda Banyuasin Senen Har saat di konfirmasih media ini terkait beras Sembilang Rabu (9/3/2021) mengatakan,”Terimaksh Informasinya,akan kami tindak lanjuti dan kami akan ber koordinasi dengan pihak BUMD Banyuasin terkait beras sembilang tersebut,”jawabnya singkat. (Agus).

Berita Terkait

Gas Melon Langka dan Mahal, Kadisperindag PALI: Kami Tidak Punya Taji!
Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua
Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!
Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!
OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?
Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang
OPINI: May Day 2026 dan Sinyal SOS Hubungan Industrial Indonesia
Jejak Inovasi Sosial PHR Zona 1: Bawa Produk Batik Lapas Jambi ke Level Global
Tag :

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 06:40 WIB

Gas Melon Langka dan Mahal, Kadisperindag PALI: Kami Tidak Punya Taji!

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:16 WIB

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:17 WIB

Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:54 WIB

Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:29 WIB

OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?

Berita Terbaru