Dapat Dukungan Dari PT Bukit Asam, Desa Lingga Berkembang Menjadi Basis Kerajinan Songket

Jumat, 26 April 2024 - 18:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muara Enim | Tintamerah.co.id – Berkat keterampilan sebagai pengrajin songket, para ibu rumah tangga di Desa Lingga, Muara Enim, dapat memperoleh penghasilan tambahan. Sebanyak 15 warga Desa Lingga yang membuat kerajinan songket tergabung dalam Sentra Industri Bukit Asam (SIBA) Songket.

Berdiri sejak 2016, SIBA Songket berawal dari keinginan para ibu rumah tangga di Desa Lingga untuk menggarap potensi yang ada di daerahnya. Songket dipilih karena dapat menjadi ciri khas Desa Lingga.

Rogayah, salah satu ibu rumah tangga di Desa Lingga, kemudian melatih ibu-ibu lainnya untuk membuat kerajinan songket. Dengan dukungan dari PT Bukit Asam Tbk (PTBA), Desa Lingga berkembang menjadi basis kerajinan songket.

BACA JUGA  Bersyukur Serta Mengenang Jasa Pahlawan, Korem 044/Gapo Gelar Do’a Bersama

“Kami mendapat berbagai bantuan dari Bukit Asam. Di antaranya dibantu dengan alat tenun, pelatihan, dan permodalan,” kata Ketua SIBA Songket, Yenny Puspitasari.

Bukan sembarang songket, Yenny dan kawan-kawan membuat songket khas Tanjung Enim yang dinamakan Songket Behembang Lingge. Motif yang digunakan mengangkat kearifan lokal. Misalnya kujur, keris, gung, rosella.

Selain itu, pewarna yang digunakan juga berasal dari bahan-bahan alami seperti kunyit, daun jambu biji, secang, pinang, dan sebagainya.

Berkat peggunaan pewarna alami ini, nilai jual Songket Behembang Lingge jadi meningkat. Pendapatan para pengrajin pun bertambah. “Sejak menggunakan pewarna alami, pendapatan kami semakin meningkat. Mulai tahun 2019 sudah meningkat,” ujar Yenny.

BACA JUGA  Mengidap Penyakit Diabetes Warga Tiyuh Penumangan Butuh Uluran Tangan Pemerintah

Songket Behembang Lingge telah dijual melalui berbagai cara. “Penjualan kebanyakan untuk suvenir. Penjualan ada lewat online, media sosial (SIBA Songket), arisan, dan pameran-pameran,” ucapnya.

Sementara itu, VP Sustainability PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Hartono menyampaikan harapannya agar usaha kerajinan songket ini dapat terus berkembang dan mendukung Program Tanjung Enim Kota Wisata.

“Songket Behembang Lingge terus berkembang dan kualitasnya semakin baik. Saya berharap Songket Behembang Lingge suatu saat dapat turut mendukung pariwisata di Tanjung Enim,” tutupnya.

Berita Terkait

Desakan Total PALI Berhasil, Pemprov Sumsel Akhirnya Proses Pencabutan Pergub “Cacat Hukum” 40/2017
Di Tengah Badai Hukum Wabup, Misteri ‘Menghilangnya’ Bupati PALI Terjawab: Asgianto Tumbang Diserang ISPA di Palembang
Tak Sekadar Omon-Omon: Kadis LH PALI Sukses Gol-kan Kontrak Sumur Minyak Pertamina!
Gas Melon Langka dan Mahal, Kadisperindag PALI: Kami Tidak Punya Taji!
Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua
Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!
Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!
OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 17:02 WIB

Desakan Total PALI Berhasil, Pemprov Sumsel Akhirnya Proses Pencabutan Pergub “Cacat Hukum” 40/2017

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:05 WIB

Di Tengah Badai Hukum Wabup, Misteri ‘Menghilangnya’ Bupati PALI Terjawab: Asgianto Tumbang Diserang ISPA di Palembang

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:22 WIB

Tak Sekadar Omon-Omon: Kadis LH PALI Sukses Gol-kan Kontrak Sumur Minyak Pertamina!

Senin, 15 Juni 2026 - 06:40 WIB

Gas Melon Langka dan Mahal, Kadisperindag PALI: Kami Tidak Punya Taji!

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:16 WIB

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua

Berita Terbaru