Diduga Akibat Vandalisme, Medco E&P Tangani Insiden di Desa Talang Akar

Sabtu, 25 Januari 2025 - 10:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALI,Tintamerah.co.id — 22 Januari 2025  |Medco E & P Indonesia (Medco E&P), Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di bawah pengawasan SKK Migas, tangani dua titik kebakaran di Desa Talang Akar, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Pali, bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana Kabupaten PALI dan Pertamina. Kebakaran akibat ceceran minyak dari pipa milik negara yang dioperasikan Medco E & P yang bocor diduga kuat akibat tindakan vandalisme oknum yang tidak bertanggung jawab.

Ceceran minyak tersebut memicu terjadinya dua titik kebakaran di Desa Talang Akar, Rabu (22/1). Saat ini, Tim pemadam kebakaran Medco E&P bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PALI dan tim Pertamina melakukan pemadaman. Kebakaran terjadi saat tim teknis sedang menangani pipa dan ceceran minyak. Perusahaan memastikan proses penanganan kejadian sesuai dengan standar keselamatan, kesehatan kerja serta lindung lingkungan.

BACA JUGA  K3PP Dukung PJ Bupati Tubaba Evaluatif Strategis Kadis Kominfo

Perusahaan juga telah berkoordinasi dengan instansi-instansi terkait, aparat keamanan dan kepala desa setempat dan memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. ’’Keselamatan masyarakat dan perlindungan terhadap lingkungan hidup menjadi prioritas utama kami. Perusahaan akan segera mengidentifikasi penyebab peristiwa ini.’’ ujar Senior Manager Communication Medco E&P Leony Lervyn.

Medco E&P juga sangat menyayangkan tindakan vandalisme yang merusak Objek Vital Nasional ini. Selain merugikan negara, tindakan tak bertanggung jawab tersebut dapat mengancam keselamatan masyarakat. ”Terima kasih atas dukungan semua pihak, semoga penanganan kejadian dapat berjalan dengan cepat, aman dan lancar,’’ ujar Leony.

Ditempat terpisah, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Yunianto menyampaikan bahwa kebakaran ini menjadi bukti bagaimana bahayanya bila fasilitas objek vital nasional dalam hal ini pipa migas digesek dan mengakibatkan tercecernya minyak dilingkungan khususnya area permukiman masyarakat ”kami senantiasa memberikan sosialisasi dan bahkan peringatan kepada semua pihak terkait bahayanya mengganggu fasilitas operasi minyak ataupun gas, hampir disemua fasilitas kami dan tentu disepanjang jalur pipa ada peringatan berupa papan informasi untuk menjauhi dan tidak melakukan tindakan kriminal apalagi melakukan penggesekan pipa,” ujar Yunianto.

BACA JUGA  Dugaan Kasus Korupsi Pemotongan dan BOK, Kepala Puskesmas Pasar Ikan Dituntut 4 Tahun Penjara

”hal tersebut tidak semata-mata tanpa alasan ataupun tanpa tujuan, melainkan agar semua pihak dapat tetap aman kendatipun bermukim disekitar wilayah operasi hulu migas,” lanjutnya. Ia amat menyayangkan atas terjadinya kebakaran yang diindikasi akibat adanya ceceran minyak yang mengalir dari pipa yang digesek secara tidak layak oleh oknum tidak bertanggung jawab. ”kami terus melakukan koordinasi dengan tim Medco agar dapat menanggulangi permasalahan ini secara cepat dan tepat serta mengedepankan unsur safety, mudah-mudahan api dapat segera dipadamkan,” lanjutnya.

Ia juga berharap agar kejadian ini dapat menjadi pembelajaran bersama khususnya bagi pihak-pihak yang secara sengaja melakukan tindakkan kriminal, salah satunya melakukan penggesekkan pipa agar dapat menyadari perbuatannya yang berdampak buruk bagi lingkungan, membahayakan masyarakat serta menghambat kegiatan operasional hulu migas. Yunianto juga menegaskan agar proses hukum terus dilanjutkan dan ditegakan guna memberi efek jera bagi pelaku yang melakukan penggesekan pipa. (

Berita Terkait

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua
Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!
Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!
OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?
Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang
OPINI: May Day 2026 dan Sinyal SOS Hubungan Industrial Indonesia
Jejak Inovasi Sosial PHR Zona 1: Bawa Produk Batik Lapas Jambi ke Level Global
Herman Deru Tabuh Genderang Perang: Desa Bersinar Sumsel Harus Jadi Benteng Anti-Narkoba Nasional!

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:16 WIB

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:17 WIB

Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:54 WIB

Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:29 WIB

OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:35 WIB

Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang

Berita Terbaru