Fortas Jaring 50 Teater Sekolah, Shoting Perdana Usung “Puyang Leluhur”

Minggu, 16 Oktober 2022 - 04:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang | Tintamerah.co.id – Menandai dimulainya Parade dan Anugerah Teater Sekolah se-Sumsel 2022, Forum Teater Sekolah (Fortas) Sumsel mengusung Teater Sangsas Madrasah Aliyah (MA) Patra Mandiri Palembang shoting perdana di TVRI Sumsel, Sabtu (15/10/2022).

Naskah “Puyang Leluhur” karya dan sutradara Eka Armawati, S.Pd ini, tampil di layar kaca TVRI Sumsel dalam durasi 40 menit. Parade Teater dilanjutkan dengan “Bedah Panggung” dengan menghadirkan tokoh teater Sumsel, Toton Dai Permana di pandu Imron Supriyadi, Jurnalis senior di Palembang.

*Masih Perlu Perbaikan*
Dalam diskusi singkat itu, Toton yang mengenal teater sejak tahun 1979 saat di Teater DD Palembang ini menilai, sebagai pemula, pementasan Teater Sangsas sudah lumayan baik. Hanya saja masih diperlukan perbaikan dari berbagai sisi. Baik keaktoran, artistik, penguatan konten naskah dan penyutradaraan.

“Kalau melihat secara umum, sebagai teater sekolah sudah baik. Tetapi ini tetap perlu banyak evaluasi dan perbaikan, agar ke depan bisa tampil lebih maksimal. Teruslah saja berkarya dan belajar dan belajar,” ujar pendiri Teater 707 Palembang.

Toton juga menyarakan, naskah “Puyang Leluhur” bila kemudian didasari tradisi mistik di sebuah daerah di Sumsel, akan lebih baik diwarnai dengan alunan musik yang bisa membangun suasana kedaerahan, tempat peristiwa itu terjadi.

BACA JUGA  Siswa SLB Negeri Pembina Antusias Mengikuti CBP

Pendiri Teater Umak Palembang ini juga memisalkan, ada tradisi di Pagaralam, atau di OKU Selatan atau di daerah yang berbasis suku Pasmah, maka dalam pementasan teater bisa memunculkan tradisi di daerah itu. Boleh dengan musik, sastra tutur, diantaranya geguritan, tadud atau apa saja yang bisa mewakili daerah tempat peristiwa terjadi.

“Konten daerah, apalagi ada tradisi mistik boleh saja diusung. Tetapi akan lebih baik, suasana magis dan lokasi kejadian didukung dengan ilustrasi musik, atau tradisi sastra lisan, seperti geguritan, tadud di daerah itu. Jadi musik bukan sekadar backsound pentas, tetapi juga punya makna atau mewakili daerah tertentu, sesuai konten naskah yang sedang diusung di atas panggung,” ujarnya.

*Siap Berproses*
Menanggapi kritik dari penulis novel “Angin” itu, Eka Armawati sebagai sutradara dan penulis naskah “Puyang Leluhur” merespon positif. Eka mengakui dalam garapan teaternya, masih diperlukan masukan dari berbagai pihak untuk perbaikan, supaya teater di MA Patra Mandiri di masa mendatang akan bisa tampil lebih baik.

“Kami siap untuk terus berproses belajar. Anak-anak kami dan saya juga akan ikut proses latihan, pertama latihan dasar teater, sehingga ke depan kami akan lebih banyak mengetahui ilmu teater, dan bisa tampil lebih baik lagi,” ujarnya dalam perbincangan informal bersama Toton Dai Permana dan pegiat teater lain di Palembang, Erwin Janim dan Yussudarson (Sonov) usai shoting di TVRI Sumsel, Sabtu (15/10/2022).

BACA JUGA  Perangi Narkoba dan Pungli, Kepala Rutan Palembang Teken PKS Strategis Bersama BNN Sumsel

*Teater Harus Lolos Kurasi*
Terpisah, Ketua Fortas Sumsel, Yosep Suterisno, SE menyatakan pementasan Teater Sangsas di TVRI Sumsel ini merupakan shoting perdana. Pekan selanjutnya Fortas akan akan menyeleksi teater sekolah lain yang sudah lolos kurasi dari Tim Fortas Sumsel.

“Ini perdana, kita shoting di TVRI Sumsel. Pekan selanjutnya masih ada lima puluhan teater sekolah yang antri, untuk kita kurasi. Jadi yang akan tampil ini harus lolos kurasi Fortas Sumsel. Sebab kita punya standar yang harus sesuai dengan rambu-rambu TVRI Sumsel. Shoting perdana ini menandakan Fortas serius kerja bareng dengan TVRI Sumsel, untuk menyongsong Anugerah Teater sekolah se-Sumsel yang akan kita gelar Maret tahun depan,” tegas jebolan Teater Leksi Palembang, usai pementasan Teater Sangsas di TVRI Sumsel, Sabtu (15/10/2022).

BACA JUGA  Babinsa Koramil 418-08/Sako Monitoring Kunjungan Wawako Palembang ke Warga yang Sakit di Wilayah Binaan

*Tidak Boleh Berhenti*
Yosep menambahkan, shoting ini akan berjalan sesuai jadwal. Oleh sebab itu, program yang sudah diagendakan bersama TVRI Sumsel ini tidak boleh berhenti di tengah jalan.

“Ini adalah ruang berkreasi bagi anak-anak teater di sekolah dalam jangka panjang, apalagi kita dan TVRI Sumsel sudah bersepakat mengusung program ini. Jadi ini tidak boleh berhenti. Kita akan terus berkarya,” tandasnya.

Ditanya soal data teater sekolah yang sudah masuk dalam jaringan dan mitra Fortas Sumsel, Yosep mengatakan, terhitung sejak Agustus 2022, pihaknya sudah mendata ada 50 teater sekolah di Sumsel yang sudah siap ikut serta dalam Parade dan Anugerah teater Sekolah se-Sumsel 2022. Data ini menurut Yosep didapatkan saat Fortas Sumsel menggelar Temu Teater di Aula TVRI Sumsel pada 1 Agustus 2022.

“Sampai hari ini, menurut data litbang kami ada lima puluh teater sekolah di Sumsel yang Insya Allah akan menjadi mitra kita bersama TVRI Sumsel, untuk menuju Anugerah Teater Sekolah tahun depan, bagi yang belum terdaftar silakan hubungi Fortas di link https://fortassumsel.blogspot.com/p/kontak-kami.html. Kita sangat terbuka,” jelasnya.**

Berita Terkait

Wakil Ketua DPRD PALI Firdaus Hasbullah Nyatakan Perang Total Desak Pencabutan Mutlak Pergub Nomor 40 Tahun 2017 Demi Keadilan Bumi Serepat Serasan
“Pak De” Soemarjono Desak Pencabutan Pergub 40 Tahun 2017 Wajib Akomodasi PP Terbaru Demi Kepastian Hukum Pemkab dan Keadilan Rakyat PALI
Tegas dan Tanpa Kompromi! Firdaus Hasbullah Ungkap Pergub 40/2017 Tidak Punya Dasar Hukum, RSA PALI Siapkan Perlawanan Total
Bedah Regulasi Pergub 40/2017: Dhabi K Gumarya Luruskan Pemahaman Hukum dan “Transfer Knowledge” Soal Diskresi ke Aktivis PALI
Dhabi K Gumarya ke ‘Bos’ PGK PALI: Pergub 40/2017 Tidak Punya Cantelan Hukum dan Wajib Dicabut, Bukan Direvisi
Sengit Di Agam Pisan: Kupas Tuntas Tanya Jawab Sonny Ternando Dan Dhabi K Gumarya Bongkar Cacat Hukum Pergub 40/2017
Praktisi Hukum Sumsel Dhabi K Gumarya Tegaskan Pemangku Kebijakan dan Pertamina Wajib Tunduk Mutlak pada UU Nomor 2 Tahun 2012
Napak Tilas Kejayaan Migas PALI: Efran Tegas Dukung Survei Seismik BGP, Tapi Perang Total Cabut Pergub Usang!

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 12:55 WIB

Wakil Ketua DPRD PALI Firdaus Hasbullah Nyatakan Perang Total Desak Pencabutan Mutlak Pergub Nomor 40 Tahun 2017 Demi Keadilan Bumi Serepat Serasan

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:22 WIB

“Pak De” Soemarjono Desak Pencabutan Pergub 40 Tahun 2017 Wajib Akomodasi PP Terbaru Demi Kepastian Hukum Pemkab dan Keadilan Rakyat PALI

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:01 WIB

Tegas dan Tanpa Kompromi! Firdaus Hasbullah Ungkap Pergub 40/2017 Tidak Punya Dasar Hukum, RSA PALI Siapkan Perlawanan Total

Jumat, 31 Juli 2026 - 05:46 WIB

Bedah Regulasi Pergub 40/2017: Dhabi K Gumarya Luruskan Pemahaman Hukum dan “Transfer Knowledge” Soal Diskresi ke Aktivis PALI

Jumat, 31 Juli 2026 - 05:01 WIB

Dhabi K Gumarya ke ‘Bos’ PGK PALI: Pergub 40/2017 Tidak Punya Cantelan Hukum dan Wajib Dicabut, Bukan Direvisi

Berita Terbaru