Gus Mentari Resmikan Studio Inmas TV Kanwil Kemenag Sumsel

Selasa, 25 Mei 2021 - 03:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG|Tintamerah.co.id– Menteri Agama RI KH. Yaqut Cholil Qoumas melakukan kunjungan kerja ke Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Selatan, Senin (24/5/2021). Pada kesempatan tersebut, Menteri Agama meresmikan Studio Inmas TV sekaligus menjadi narasumber Talkshow bertajuk Penguatan Moderasi Beragama.

Gus Menteri, sapaan akrab Menteri Agama, mengaku kagum dengan adanya studio mini televisi di Kanwil Kemenag Sumsel. Menurutnya, hal ini bisa dijadikan prototipe atau model bagi Kantor-Kantor Kementerian Agama lainnya di Indonesia.
“Terus terang saya terkejut saat masuk ke sini. Dari beberapa Kanwil Kementerian Agama yang sudah saya kunjungi, baru saya temui ada studio mini televisi seperti ini di Kanwil Sumsel. Saya pikir ini harus menjadi prototipe dan model bagi kantor-kantor kementerian lain, bagaimana kita harus beradaptasi dengan teknologi, beradaptasi dengan perkembangan zaman. Sehingga dakwah-dakwah yang kita sampaikan, dakwah-dakwah moderatisme, dakwah moderasi beragama, dakwah wasatiyah, dan seterusnya. Terutama dakwah terkait kerukunan umat beragama bisa lebih cepat tersampaikan kepada publik dengan akurat,” puji Gus Menteri.

BACA JUGA  Jalan Sehat dan Senam Bersama, Wujudkan Sinergitas dan Kesehatan di Lampung Utara

Sementara itu, saat menjadi narasumber Talkshow, Gus Menteri yang didampingi Kakanwil Kemenag Sumsel Dr. Drs. H. Mukhlisuddin SH, MA memaparkan tentang konsep penguatan moderasi beragama. Menurutnya, yang dimaksud moderasi beragama adalah perilaku orang beragama yang dimoderasikan, tidak ekstrim ke kanan maupun ekstrim ke kiri.
“Jadi, dia harus berada di tengah. Memang posisi di tengah itu tidak mudah, pasti sulit. Ketika yang lain bergeser ke kiri sedikit saja, kita sudah berada di kanan. Sebaliknya apabila yang lain bergeser ke kanan sedikit, kita sudah ada di kiri. Karenanya, term yang kita ambil adalah penguatan. Saya tahu dan saya meyakini, bangsa Indonesia dalam beragama sudah cukup moderat. Buktinya, meski banyak agama dan banyak perbedaan, sampai hari ini bangsa kita masih kuat, kokoh, dan disegani bangsa-bangsa lain,” beber Gus Menteri.

BACA JUGA  Jalin Silaturahmi, PC IMM UMP dan UIN Raden Fatah Palembang Gelar Diskusi Sekaligus Berbuka Puasa Bersama Serta Bagikan Santunan ke 61 Anak Yatim

Gus Menteri menambahkan, gelombang globalisasi terutama terkait dengan teknologi informasi saat ini begitu deras dan kuat. Masyarakat seringkali terlena dan memakan informasi-informasi dari luar yang tidak melalui proses saring sehingga mempengaruhi cara pandang dan cara bersikap dalam beragama. “Kita ingin kembalikan lagi, kita mau perkuat lagi, kembali ke sikap awal bangsa Indonesia. Sehingga Indonesia yang majemuk ini bisa terjaga persatuan dan kesatuannya,” tuntasnya.

Sedangkan Kakanwil sendiri mengaku bersyukur, kondisi kerukunan umat beragama di Sumsel saat ini sangat kondusif. Tidak ada konflik yang mengarah pada perpecahan dan mengganggu persatuan. “Alhamdulilah, Allah SWT selalu memberikan yang terbaik buat hamba-Nya. Di Sumatera Selatan yang heterogen dengan berbagai agama dan suku ini, kerukunan umat beragama dapat terjaga dengan baik,” tutur Mukhlisuddin.(YL)

Berita Terkait

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua
Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!
Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!
OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?
Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang
OPINI: May Day 2026 dan Sinyal SOS Hubungan Industrial Indonesia
Jejak Inovasi Sosial PHR Zona 1: Bawa Produk Batik Lapas Jambi ke Level Global
Herman Deru Tabuh Genderang Perang: Desa Bersinar Sumsel Harus Jadi Benteng Anti-Narkoba Nasional!
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:16 WIB

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:17 WIB

Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:54 WIB

Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:29 WIB

OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:35 WIB

Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang

Berita Terbaru