Herman Deru Masifkan Edukasi Soal KUR Untuk Petani

Rabu, 3 Agustus 2022 - 16:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang | Tintamerah.co.id – Gubernur Sumsel H Herman Deru menekan agar semua pihak termasuk masyarakat yang berkecimpung di bidang pertanian maupun para penyuluh pertanian berperan aktif dalam memberikan bimbingan kepada petani.

Hal tersebut disampaikan Herman Deru ketika membuka secara resmi Bimbingan Teknis (Bimtek) fasilitas pembiayaan pertanian, kebijakan pembangunan pertanian untuk wanita tani dan materi teknis inovasi olahan hasil pertanian di Ballroom Hotel The Zuri Palembang, Rabu (3/8).

Bahkan, Herman Deru mengatakan, bimbingan yang diberikan tersebut tak terkecuali soal soal pembiayaan pertanian sehingga pembangunan di sektor tersebut dapat berkembang lebih pesat.

“Terkait pembiayaan, saya meminta agar program Kredit Usaha Rakyat (KUR) terus disosialisasikan secara masif sehingga para petani memiliki pemahaman soal penggunaan KUR tersebut untuk pertanian dan KUR tersebut dapat terserap,” kata Herman Deru.

Menurutnya, pemerintah telah menetapkan skema dalam hal KIR tersebut. Dimana KUR tersebut dibagi dalam beberapa kluster. Salah satunya termasuk KUR untuk sektor pertanian.

“Sayang jika KUR ini tidak dimanfaatkan para petani. Karena selain bunganya sangat rendah, kuotanya juga banyak. Tentu melalui KUR ini, pembangunan di bidang pertanian dapat meningkat drastis,” terangnya.

BACA JUGA  Kloter 21 Disambut Bupati Banyuasin, Besok Pemulangan Terakhir Debarkasi Palembang

Dia menyebut, masih minimnya para petani memanfaatkan KUR disebabkan beberapa faktor seperti, petani memilih menggunakan modal simpanan untuk pengembangan lahan pertanian, maupun para petani belum begitu mengerti pemanfaatan perbankan untuk sektor pertanian.

“Informasi soal KUR ini harus masif dilakukan. Beri bimbingan untuk para petani, sehingga petani menjadi bankable,” paparnya.

Pembangunan sektor pertanian memang sangat penting dilakukan mengingat pertanian merupakan pendorong ketahanan negara.

“Pertanian ini adalah sektor yang mampu bertahan di tengah persoalan yang melanda. Seperti saat pandemi covid 19, ketika sektor lain mengalami kontraksi, namu pertanian ini masih tetap tumbuh stabil,” bebernya.

Sebab itu, sambungnya, Pemprov Sumsel terus mendorong pembangunan pertanian di daerahnya. Salah satunya dengan mencanangkan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) yang diinisiasi langsung Gubernur Herman Deru.

GSMP sendiri merupakan langkah Sumsel untuk mengubah pola pikir masyarakatnya dari yang biasanya hanya sebagai pembeli menjadi masyarakat yang dapat menghasilkan produk pertanian.

“Hasil dari GSMP ini cukup konkrit. Angka kemiskinan di Sumsel ini dapat ditekan melalui upaya tersebut. Meski tidak 100 persen, namun GSMP ini berperan dalam hal itu. Selain itu, menjelang hari-hari besar seperti idul Fitri, tidak ada gejolak harga karena masyarakat bisa menghasilkan pangan sendiri,” sebutnya.

BACA JUGA  DPC PDI Perjuangan Kota Palembang Gelar Lomba Melukis Bung Karno

Kendati demikian, dia mengakui, GSMP tidak mudah tidak mudah dilakukan. Butuh waktu, konsisten dan sikap pantang menyerah sehingga masyarakat bisa turut dalam GSMP tersebut.

“Disinilah peran perempuan. Tani perempuan harus jadi garda terdepan untuk mengajak serta memberi contoh. Perempuan harus berjalan di depan mensosialisasikan GSMP dan pertanian ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Pembiayaan Pertanian Kementan RI Indah Megawati mengatakan, Kementan RI terus berkomitmen untuk memberikan bimbingan kepada pihak terkait agar mampu mendorong pengembangan pertanian.

Dia menyebut, Kementan RI menargetkan bimbingan tersebut bisa digelar di 34 Provinsi dengan mengajak 100 peserta setiap pertemuannya.

“Bimbingan ini dilakukan untuk memberikan pemahaman soal pertanian. Ini juga sebagai upaya kita dalam rangka mengatasi krisis pangan global yang saat ini sedang terjadi di beberapa negara,” katanya.

BACA JUGA  Jama'ah Kloter 3 Kembali, 1 Orang Tanazul

Salah satu yang ingin dicapai yakni membangun dan menunaikan pengetahuan para wanita di bidang pertanian.

“Di bidang pertanian, peran wanita sangat penting. Tidak hanya itu, kita juga menyajikan berbagai program UMKM dari wanita yang berkaitan dengan produk pertanian ini. Artinya kita berupaya agar ditengah krisis pangan yang terjadi, ada alternatif pangan yang bisa digunakan sebagai solusi untuk pengganti pangan yang sedang mengalami krisis tersebut,” paparnya.

Diketahui, dalam Bimtek tersebut Kementan RI juga mencanangkan strategi pertanian, meningkatkan kapasitas pertanian, serta memanfaatkan pangan lokal secara masif dan berkelanjutan.

Bimtek itu sendiri akan digelar selama dua hari mulai 3 Agustus hingga 4 Agustus 2022 dan diikuti oleh para peserta dari 10 Kabupaten dan Kota di Sumsel.

Hadir dalam Bimtek tersebut, Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kelembagaan dan Hubungan Kerja Joice Triatman, Koordinator Pemberdayaan Permodalan dan Asuransi Pertanian Kementan RI Ika Purwani, Anggta DPRD Sumsel Yenny Elita, Ketua DPW Garda Wanita Malahayati Partai Nasdem Sumsel Hj Meilinda, Rektor Universitas Bina Darma Sunda Ariana.
(***)

Berita Terkait

Wakil Ketua DPRD PALI Firdaus Hasbullah Nyatakan Perang Total Desak Pencabutan Mutlak Pergub Nomor 40 Tahun 2017 Demi Keadilan Bumi Serepat Serasan
“Pak De” Soemarjono Desak Pencabutan Pergub 40 Tahun 2017 Wajib Akomodasi PP Terbaru Demi Kepastian Hukum Pemkab dan Keadilan Rakyat PALI
Tegas dan Tanpa Kompromi! Firdaus Hasbullah Ungkap Pergub 40/2017 Tidak Punya Dasar Hukum, RSA PALI Siapkan Perlawanan Total
Bedah Regulasi Pergub 40/2017: Dhabi K Gumarya Luruskan Pemahaman Hukum dan “Transfer Knowledge” Soal Diskresi ke Aktivis PALI
Dhabi K Gumarya ke ‘Bos’ PGK PALI: Pergub 40/2017 Tidak Punya Cantelan Hukum dan Wajib Dicabut, Bukan Direvisi
Sengit Di Agam Pisan: Kupas Tuntas Tanya Jawab Sonny Ternando Dan Dhabi K Gumarya Bongkar Cacat Hukum Pergub 40/2017
Praktisi Hukum Sumsel Dhabi K Gumarya Tegaskan Pemangku Kebijakan dan Pertamina Wajib Tunduk Mutlak pada UU Nomor 2 Tahun 2012
Napak Tilas Kejayaan Migas PALI: Efran Tegas Dukung Survei Seismik BGP, Tapi Perang Total Cabut Pergub Usang!

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 12:55 WIB

Wakil Ketua DPRD PALI Firdaus Hasbullah Nyatakan Perang Total Desak Pencabutan Mutlak Pergub Nomor 40 Tahun 2017 Demi Keadilan Bumi Serepat Serasan

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:22 WIB

“Pak De” Soemarjono Desak Pencabutan Pergub 40 Tahun 2017 Wajib Akomodasi PP Terbaru Demi Kepastian Hukum Pemkab dan Keadilan Rakyat PALI

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:01 WIB

Tegas dan Tanpa Kompromi! Firdaus Hasbullah Ungkap Pergub 40/2017 Tidak Punya Dasar Hukum, RSA PALI Siapkan Perlawanan Total

Jumat, 31 Juli 2026 - 05:46 WIB

Bedah Regulasi Pergub 40/2017: Dhabi K Gumarya Luruskan Pemahaman Hukum dan “Transfer Knowledge” Soal Diskresi ke Aktivis PALI

Jumat, 31 Juli 2026 - 05:01 WIB

Dhabi K Gumarya ke ‘Bos’ PGK PALI: Pergub 40/2017 Tidak Punya Cantelan Hukum dan Wajib Dicabut, Bukan Direvisi

Berita Terbaru