Pilkada PALI Memanas, Paslon 04 Protes KPU Saat Deklarasi Damai

Rabu, 25 September 2024 - 01:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sunaryo dan seluruh anggota KPU kabupaten PALI saling bermaaf-maafan saat deklarasi kampanye damai Pilkada PALI di Lapangan Gelora November, Talang Ubi, Pendopo, Selasa (24/09).
(Dok/eja)

Sunaryo dan seluruh anggota KPU kabupaten PALI saling bermaaf-maafan saat deklarasi kampanye damai Pilkada PALI di Lapangan Gelora November, Talang Ubi, Pendopo, Selasa (24/09). (Dok/eja)

PALI | Tintamerah.co.id -, Pemilihan Calon Bupati dan Wakil Bupati kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terlihat mulai membara. Peristiwa itu terjadi ketika Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten PALI menggulirkan tahapan Pilkada PALI 2024 mendeklarasikan kampanye damai  di Lapangan Gelora November, Talang Ubi, Pendopo, Selasa (24/09).

Dalam pantauan Tintamerah.co.id, kejadian bermula saat KPU menayangkan rangkuman video tahapan Pilkada mulai dari pendaftaran calon, penetapan calon, dan pengundian nomor urut empat kandidat.

Keempat Paslon bersama Forkopimda kabupaten terlihat asyik berdiri didepan panggung acara sembari menyimak tayangan video.

Suara sorakan bergemuruh di tribun penonton dari para pendukung dan simpatisan Paslon setiap tayangan video menampilkan kandidatnya. Detik demi detik, menit demi menit tayangan video membuat suasana kian memanas.

Setelah video tersebut selesai diputar seluruh kandidat calon menaiki panggung untuk membacakakan ikrar deklarasi kampanye damai. Pembacaan deklarasi kampanye damai oleh empat Paslon dipimpin Ketua KPU kabupaten PALI Sunaryo.

Deklasrasi kampanye damai juga ikut diserukan oleh para perwakilan partai politik, pendukung paslon, hingga Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kabupaten PALI. Total, ada tiga janji dalam deklarasi kampanye damai itu.

Setelah itu, keempat paslon diminta melakukan tanda tangan di sebuah papan banner yang diikuti oleh seluruh perwakilan parpol pendukung masing-masing paslon.

BACA JUGA  Pangdam II/Swj Amankan dan Dampingi Wapres RI Resmikan Pasar Toboali Bangka Selatan

Pada momentum itulah, paslon nomor urut 4 Asri – Irwan (Air) melakukan protes kepada pihak penyelenggara kegiatan. Air menyangga bahwa dalam tayangan video yang diputar oleh KPU pihaknya merasa dirugikan, pihaknya menilai tidak adil.

Air dan timnya menyambangi Sunaryo untuk menyampaikan protes atas ketidakadilan itu. Tampak Asri, Irwan, Darmadi, hingga perwakilan parpol mengklaim bahwa tayangan video untuk pihak mereka tak sebanyak dengan porsi kandidat yang lain. Mereka memutuskan menunda penandatangan deklarasi kampanye damai.

Menurut mereka ada beberapa momen dalam tahapan Pilkada dari pihaknya tidak masuk dalam video seperti kandidat yang lain.

“Yang arak-arakan yang kito dak katek (yang arak-arakan yang dari pihak Asri – Irwan tidak ada dalam video),” kata beberapa pendukung Asri – Irwan.

“Tibo-tibo Pak Irwan disitu dak katek, yang jemput bola (Irwan tidak ada dalam video, yang jemput bola,” kata dari pendukung Air lainnya.

Sempat terjadi ketegangan beberapa saat antara Sunaryo dengan Air dan pendukungnya. Sunaryo berusaha menenangkan Asri yang berhadapan langsung dengannya. Sembari memegang kedua tangan Asri, Sunaryo menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut.

BACA JUGA  Kapolres Aceh Timur Menyambung Asa Tiara Dihari Bhayangkara ke 77

“Maaf yo, aku minta maaf ( maaf ya, saya meminta maaf),” kata Sunaryo kepada Asri.

Permintaan maaf itu diterima Asri sembari ia meninggalkan Sunaryo kembali ketempat duduk semula.

Menanggapi hal tersebut Sunaryo mengajak seluruh Komisioner KPU menaiki panggung acara untuk memberikan klarifikasi.

Dalam pernyataannya, Sunaryo mengaku ada kesalahan teknis dari pihaknya terkait penayangan video untuk porsi pasangan calon nomor empat.

“Saya Sunaryo, bersama empat Komisioner, pada acara deklarasi kampanye damai ini ada kesalahan teknis terkait dengan penayangan video tadi, khususnya untuk pasangan calon nomor urut empat,” kata Sunaryo.

Untuk itu, Sunaryo bersama seluruh Komisioner KPU menyampaikan permohonan maaf kepada paslon nomor urut empat.

“Melalui forum terbuka ini, saya pribadi, kawan-kawan anggota KPU, ada Pak Yupantri, Pak Sulaiman, Pak Abdur Rahman, dan Doni Saputra menyatakan permohonan maaf terkhusus kepada pasangan calon nomor urut empat,” ujar Sunaryo.

Kendati begitu, Sumaryo menegaskan bahwa kesalahaan teknis dalam penayangan video tersebut bukan atas tekanan darinya. Ia menyatakan berani untuk dilakukan sumpah pocong.

“Sekali lagi saya sampaikan tidak ada tedensi apa-apa, tidak ada tedensi apa-apa. Ataupun kurang yakin sama saya, sumpah pocong saya siap Sunaryo, saya tegak lurus, mau kapanpun saya siap kalau diminta sumpah pocong. Jadi saya demi Alloh demi Rasullah tidak ada tedensi apa-apa terkai dengan video yang tadi kita ingat,” tegas Sunaryo.

BACA JUGA  Bukit Asam Raih Gelar Perusahaan Terbaik di Ajang Serelo CSR Award

Terakhir Sunaryo menyampaikan kembali permohanan maaf kepada Asri dan Irwan terkait kesalahan teknis penayangan video tersebut.

Selepas itu, Sunaryo dan seluruh anggota KPU menyambangi Asri dan Irwan untuk bersalaman dan berpelukan sebagai bentuk permohonan permohanan maaf dari lubuk yang paling dalam.

Kemudian, rangkaian acara deklarasi kampanye damai dilanjutkan. KPU bersama keempat paslon dan tamu undangan melepaskan burung merpati.

Deklarasi kampanye damai  pemilihan Bupati dan Wakil Bupati PALI ditutup dengan konferensi pers dari seluruh paslon.

Sebelumnya, KPU kabupaten PALI telah melakukan pengundian nomor urut paslon di Pendopoan Rumah Dinas Bupati PALI Komperta, Talang Ubi, Pendopo tanggal 23 September kemarin. Devi Haryanto – Ferdinan mendapatkan nomor 1, Asgianto – Iwan Tuaji nomor urut 2, Junaidi – Eduar nomor urut 3, sedangkan Asri – Irwan dengan nomor urut 4.

(TM/eja)

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua
Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!
Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!
OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?
Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang
OPINI: May Day 2026 dan Sinyal SOS Hubungan Industrial Indonesia
Jejak Inovasi Sosial PHR Zona 1: Bawa Produk Batik Lapas Jambi ke Level Global
Herman Deru Tabuh Genderang Perang: Desa Bersinar Sumsel Harus Jadi Benteng Anti-Narkoba Nasional!

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:16 WIB

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:17 WIB

Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:54 WIB

Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:29 WIB

OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:35 WIB

Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang

Berita Terbaru