Sekda Sumsel Edward Candra Ajak Satgas Karhutla Tingkatkan Kewaspadaan Antisipasi Terjadinya  Karhutla

Jumat, 6 September 2024 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang. Tintamerah.co.id —  Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Drs H Edward Candra,MH memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2024, bertempat di Aula Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel, Jumat (6/9/2024).

Dalam rapat tersebut Sekda Edward Candra mengajak para anggota Satuan Tugas (Satgas) Karhutla untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan untuk menangani Karhutla di Sumsel terutama di lokasi titik kebakaran.

“Ada peningkatan titik api di beberapa daerah, oleh karena itu kita semua dalam kesatgasan ini harus tingkatkan kewaspadaan lebih lagi, baik itu dari sub satgas operasi darat maupun sub satgas operasi udara,” katanya.

Guna membuat kerja Satgas Karhutla semakin cepat, Edward mengusulkan penambahan personil di lapangan dan penambahan alat pemadam.

BACA JUGA  Rugikan Negara Rp 5.6 M, HA Diamankan Subdit Tipidter Polda Sumsel

“Perlu support dan peralatan terutama alat berat dari usaha kegiatan terutama mereka yang dekat lokasi titik api, ini yang kita harapkan dari mereka baik itu juga penambahan water bombing diharapkan bisa meredakan dan mempercepat pemadaman api. Selanjutnya juga kita akan meminta usulan untuk menambah personil di lapangan agar semua kerja di lapangan dapat dilakukan dengan ringkas dan cepat,” tambahnya.

Edward menegaskan, pada bulan  September 2024 ini merupakan  puncak kemarau di Sumsel, patut diwaspadai potensi terjadinya Karhutla.

“Satgas Karhutla bagian sosialisasi untuk gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya dampak karhutla sampai dengan tindakan hukum yang akan dilakukan jika ada oknum secara sengaja membakar lahan,” tambahnya.

BACA JUGA  Sekda Sumsel Edward Candra Buka Diskusi Revitalisasi Bahasa Daerah: Cegah Kepunahan, Jaga Identitas

Selanjutnya, Edward juga menginstruksikan BPBD dan Satgas Karhutla Kabupaten/Kota melibatkan perangkat desa ikut berperan lebih aktif mengedukasi masyarakat dan melakukan upaya-upaya khusus untuk melakukan penanganan karhutla terutama pada daerah yang banyak terpantau titik api.

” Satgas Karhutla Sumsel maupun Kabupaten dan Kota di tahun 2024 diharapkan  dapat mengurangi kebakaran hutan, kebun dan lahan daripada tahun sebelumnya,” imbuhnya.

Sementara itu Pelaksana harian (Plh) Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumsel Aksoni menyebut pihaknya, pada tahun 2024 ini telah dilakukan upaya penanganan terhadap potensi  terjadi peningkatan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumsel.

“Kita semua disini telah melakukan upaya sejak dini agar  kebakaran hutan dan lahan di Sumsel pada tahun ini  tidak begitu tinggi,” tangkasnya.

BACA JUGA  PJ Walikota Palembang Minta PDAM Tirta Musi Buat Zona Untuk Alirkan Air Siap Minum

Dilain pihak Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Sumsel, Wandayantolis melaporkan perkembangan cuaca di Sumsel pada September 2024 masih menunjukan musim kemarau yang lebih kering. Sehingga menjadi perhatian penting bagi Satgas Karhutla Sumsel.

Pihaknya memprediksi  musim hujan akan mulai terjadi di Sumsel pada awal  Oktober 2024 mendatang dan puncaknya terjadi pada  awal tahun 2025.

“Semoga dengan turunnya hujan nanti akan dapat membantu pemadaman api Karhutla tahun ini,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu Danrem 044 Gapo yang dalam hal ini diwakili oleh Kolonel. Inf. Ahmad Hadi Al Jufri dan Karo Ops Polda Sumsel, Kombes Pol Muhammad Anis Prasetyo.

Berita Terkait

Desakan Total PALI Berhasil, Pemprov Sumsel Akhirnya Proses Pencabutan Pergub “Cacat Hukum” 40/2017
Di Tengah Badai Hukum Wabup, Misteri ‘Menghilangnya’ Bupati PALI Terjawab: Asgianto Tumbang Diserang ISPA di Palembang
Tak Sekadar Omon-Omon: Kadis LH PALI Sukses Gol-kan Kontrak Sumur Minyak Pertamina!
Gas Melon Langka dan Mahal, Kadisperindag PALI: Kami Tidak Punya Taji!
Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua
Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!
Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!
OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 17:02 WIB

Desakan Total PALI Berhasil, Pemprov Sumsel Akhirnya Proses Pencabutan Pergub “Cacat Hukum” 40/2017

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:05 WIB

Di Tengah Badai Hukum Wabup, Misteri ‘Menghilangnya’ Bupati PALI Terjawab: Asgianto Tumbang Diserang ISPA di Palembang

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:22 WIB

Tak Sekadar Omon-Omon: Kadis LH PALI Sukses Gol-kan Kontrak Sumur Minyak Pertamina!

Senin, 15 Juni 2026 - 06:40 WIB

Gas Melon Langka dan Mahal, Kadisperindag PALI: Kami Tidak Punya Taji!

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:16 WIB

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua

Berita Terbaru