Selain Pempek, Kopi Sumsel Juga Harus Menjadi Icon

Jumat, 29 Januari 2021 - 00:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG|Tintamerah.co.id
Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI) menggelar pengukuhan sekaligus diskusi dengan Kajian Tata Niaga dan Komersialisasi Kopi Sumatera Selatan dengan tema ”Dengan tata niaga tata kelola satu pintu, kita kembalikan eksistensi nama Kopi Sumsel di Pasar Lokal dan Internasional pada prioritas konsistensi, kualitas, kuantitas dan kontinuitas”. Kehadiran ASKI diharapkan dapat menjadikan kopi Sumsel sebagai icon selain pempek.

Gubernur Sumsel H Herman Deru mengukuhkan Dewan Pengurus Daerah (DPD) dan Dewan Pengurus Cabang (DPC) ASKI serta Perkumpulan Petani dan Penggiat Kopi Indonesia Sumsel periode 2020-2025, di Graha Bina Praja Palembang, Rabu (28/01/2021).

Deru mengatakan, bagaimana caranya kopi Sumsel ini dijadikan icon selain pempek. Kopi Sumsel harus menonjol, mengingat lahan kopi di Sumsel merupakan terbesar ketiga di dunia.

BACA JUGA  RUPS Tahun Buku 2023, Bukit Asam (PTBA) Bagikan Dividen Rp 4,6 Triliun

“Saat ini petani di Sumsel sangat membutuhkan pendampingan untuk menghasilkan kopi yang berkualitas. Setelah dikukuhkan saya berharap pengurus ASKI benar-benar terjun ke lapangan memberikan edukasi kepada para petani,” kata Deru.

Deru mengungkapkan fungsi edukasi itu harus lengkap mulai dari pengolahan dari awal sampai akhir yakni proses penjemuran, roasting hingga menjadi kopi siap saji yang nikmat dan hygienis.

“Ini tugas ASKI, bagaimana caranya orang tertarik minum kopi Sumsel. Buatlah identitasnya semenarik mungkin sehingga orang tidak hanya mencicipi kopi tapi juga dibuat terkesan dalam proses peracikan dan penyajiannya,” jelas Deru.

Selepas pengukuhan dan diskusi, Ketua DPD ASKI Sumsel Herlan Asfiudin mengatakan, dirinya menginginkan kopi Sumsel menjadi milik sendiri.

BACA JUGA  Pemerintah Kabupaten Aceh Timur Menggelar Upacara Penyerahan Anggota Satlinmas Pengamanan Pemilu 2024

“Kita menginginkan kopi Sumsel menjadi raja di tempat sendiri, karena kopi Sumsel memiliki potensi paling besar di Indonesia. Kopi Sumsel harus menjadi leader di Indonesia, selama ini kita dirugikan karena yang mendapat Pendapatan Asli Daerah (PAD) itu justru bukan Sumsel,” ujar Babe sapaan akrabnya saat diwawancarai di KMJ Coffee Palembang.

Dijelaskan Babe, kopi yang seharusnya milik Sumsel saat ini lari ke Lampung, Jambi, Medan dan lain-lain.

“Solusinya dengan cara kita memiliki pabrik sendiri, karena para petani bingung harus menjual kemana sedangkan kita sendiri tidak memiliki pabrik kopi. Oleh karena itu ASKI mengajak PT PELINDO II untuk membangun pabrik kopi yang juga di support Pemkot Palembang,” jelas Babe.

BACA JUGA  H. Budi Utomo Hadiri Pengukuhan DPD Penyuluh Pertanian

Ditempat yang sama Ketua Umum DPP ASKI Ketut Putrayasa mengungkapkan, hal ini merupakan upaya yang sangat penting untuk meningkatkan PAD Sumsel khususnya dari kopi.

“Kopi Sumsel mempunyai kualitas baik, diharapkan juga untuk masyarakat Sumsel membela/membeli produk Sumsel sehingga petani-petani kopi berdaya agar PAD itu bergulir untuk hal-hal yang lebih baik. Kalau saya lihat Sumsel itu memiliki segalanya, mulai dari infrastruktur sudah siap, dari segi keuangan Pemerintahan juga sudah bagus. Upaya seperti ini yang sangat diharapkan agar bisa meningkatkan PAD Sumsel,” ungkapnya.
(Hanny)

Berita Terkait

Di Tengah Badai Hukum Wabup, Misteri ‘Menghilangnya’ Bupati PALI Terjawab: Asgianto Tumbang Diserang ISPA di Palembang
Tak Sekadar Omon-Omon: Kadis LH PALI Sukses Gol-kan Kontrak Sumur Minyak Pertamina!
Gas Melon Langka dan Mahal, Kadisperindag PALI: Kami Tidak Punya Taji!
Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua
Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!
Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!
OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?
Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:05 WIB

Di Tengah Badai Hukum Wabup, Misteri ‘Menghilangnya’ Bupati PALI Terjawab: Asgianto Tumbang Diserang ISPA di Palembang

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:22 WIB

Tak Sekadar Omon-Omon: Kadis LH PALI Sukses Gol-kan Kontrak Sumur Minyak Pertamina!

Senin, 15 Juni 2026 - 06:40 WIB

Gas Melon Langka dan Mahal, Kadisperindag PALI: Kami Tidak Punya Taji!

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:16 WIB

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:17 WIB

Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!

Berita Terbaru