tintamerahNEWS -, Di sebuah sudut Desa Kota Karang, Kabupaten Muaro Jambi, rambut memutih dan langkah yang melambat bukan lagi simbol redupnya produktivitas. Bagi Maisarah, seorang nenek yang kini menyandang gelar Duta Lansia 2025, usia senja justru menjadi babak baru untuk kembali merasa “ada”.
“Adanya sekolah ini membuat kami semangat lagi. Bisa kumpul, jaga kesehatan, dan latihan keterampilan. Rasanya kami masih bermanfaat di usia segini,” ungkap Maisarah dengan binar mata yang masih menyala.
Semangat ini adalah jantung dari Program SENJA KARSA (Semangat Lanjut Usia untuk Berkarya, Sehat, dan Sejahtera), sebuah inisiatif dari Pertamina EP (PEP) Jambi yang hadir untuk merangkul mereka yang sering terlupakan oleh deru zaman.
Melawan Arus Demografi dengan Empati
Data Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan bahwa pada tahun 2045, satu dari lima penduduk Indonesia adalah lansia. Tantangannya bukan sekadar jumlah, melainkan bagaimana memastikan mereka tetap berdaya di tengah ruang gerak yang mulai menyempit.
Menjawab tantangan itu, PEP Jambi melakukan pemetaan sosial pada 2024 dan menemukan permata tersembunyi di Desa Kota Karang: Sekolah Lansia Tangguh (SELANTANG). Sekolah yang diinisiasi oleh Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jambi sejak 2023 ini kemudian diperkuat oleh PEP Jambi mulai tahun 2025.
Dari Batik Eco-print hingga Wisuda yang Haru
Dukungan PEP Jambi tidak sekadar simbolis. Sebanyak 55 lansia mendapatkan perlengkapan belajar, alat kesehatan, hingga pelatihan unik bernama Lansiapreneur. Di sini, tangan-tangan yang telah makan asam garam kehidupan diajarkan membuat batik eco-print, mengubah dedaunan menjadi karya seni bernilai ekonomi.
Puncaknya terjadi pada 31 Desember 2025. Kantor Desa Kota Karang menjadi saksi bisu momen mengharukan saat para peserta menjalani prosesi wisuda. Mengenakan toga di usia senja menjadi penegas bahwa belajar adalah perjalanan tanpa garis finis.
Novita Sari, Ketua Pokja Lansia Kemendukbangga Provinsi Jambi, menyebut kolaborasi ini sebagai bahan bakar yang menjaga nyala semangat belajar para lansia tetap berkobar.
Menjaga Kualitas Hidup Generasi Perak
Bagi Iwan Ridwan Faizal, Manager CID Regional 1 Pertamina, program ini adalah bentuk investasi sosial. “Bagi kami, lansia bukan kelompok yang diabaikan. Keberlanjutan masyarakat juga bertumpu pada kualitas hidup generasi lanjut usia,” tegasnya.
Ke depan, SENJA KARSA berkomitmen tidak hanya pada kesehatan fisik melalui pemantauan medis rutin, tetapi juga pada kesejahteraan mental dan sosial. Di Desa Kota Karang, masa tua kini tak lagi identik dengan kesendirian di kursi goyang, melainkan tentang karya, tawa, dan kontribusi yang tak pernah mati.
Editor: Efran















