‘Sukma Ekologis’, Kolaborasi Seni Iqbal J Permana dan Fir Azwar

Jumat, 11 November 2022 - 11:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang | Tintamerah.co.id – M Iqbal J Permana dan Fir Azwar adalah dua seniman yang memiliki kemiripan dalam Orientasi karya.

Keduanya menyenangi puisi dan lukisan dengan tema ekologis Sungai, lebak, perahu, burung, ikan, hutan mangrove, alam pesisir serta kondisi pedesaan, seringkali tampil dalam karya puisi dan lukis pada kedua seniman ini.

Kali ini keduanya berkolaborasi dalam pagelaran seni rupa, ‘Sukma Ekologis’ dalam karya Iqbal J Permana dan Fir Azwar di Auditorium RRI Palembang, Kamis (10/11/2022).

Ditemui disela-sela acara, Fir Azwar menjelaskan, kegiatan ini menjadi stimulus bagi tumbuh kembangnya kesenian di Kota Palembang, khususnya seni rupa.

Menurutnya, ini dapat menjadi motivasi pelukis muda di Palembang dan pihaknya berharap dengan kegiatan ini membangkitkan kembali semangat berkarya bagi perupa- perupa di Palembang.

“Ada 53 lukisan, 30 lukisan saya dan 23 lukisan milik Iqbal J Permana dengan tema lingkungan seperti air, perahu, buaya, ikan, gajah, ladang,” katanya yang kini sebagai Kepala SMAN 6 Palembang ini.

Pihaknya juga memiliki perhatian penuh, mendorong para generasi muda dan milenial untuk berkarya di seni rupa.

“Pagi tadi ada lomba melukis antar siswa SMA/ SMK dari karya yang mereka buat luar biasa sangat bagus dan sudah layak untuk ditampilkan, kami dua perupa ini ingin mendorong iklim berkesenian yang positif di kota Palembang,” katanya.

BACA JUGA  Hadiri Kegiatan Donor Cinta Sriwijaya, Ketua PMI Sumsel, Hj. Febrita Lustia Herman Deru: Mari Saling Membantu Dengan Berdonor Darah

Senada dikatakan Iqbal J Permana, yang mengaku kalau sebenarnya mereka berdua adalah penulis puisi.

“Tapi bagi kami rupa itu puisi juga, seni rupa itu sama dengan puisi jadi media ekspresinya berbeda, satu di kanvas, satu di teks,” kata pensiunan Bank Sumselbabel ini.

Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Drs Riza Fahlevi MM mengapresiasi kegiatan yang harusnya dicontoh kalangan anak-anak bahwa semuanya bisa di manfaatkan.

“Itulah kurikulum merdeka sekarang ini menginspirasi anak-anak kalau ada talenta-talenta bidang seni dan budaya, dia tidak di paksa belajar matematika dan lain-lain, jadi diarahkan talentanya apa, itu akan kita kembangkan,” katanya.

Riza berharap Iqbal J Permana dan Fir Azwar bisa mendemokan bakatnya depan anak-anak, dimana kedepan anak-anak dan anak-anak ini dia berharap harus bisa lebih baik dari gurunya.

Ketua Pelaksana Vebri Al Lintani menilai kegiatan ini adalah sesuatu yang langka, dimana kemiskinan sarana dan prasarana kesenian saat ini di Palembang pihaknya masih sempat berkarya.

BACA JUGA  Pangdam II/Sriwijaya Salurkan Bantuan Keramik ke Ponpes AL-Ittifaqiah Indralaya

“Untung saja ada RRI, kalau hotel tentu mahal kami tidak sanggup bayar. Dengan auditorium RRI berkerjasama dengan Kepala RRI, katanya silahkan pakai, jadi gedung ini cuma-cuma kita pakai untuk kegiatan ini “ katanya.

Pihaknya berharap pihak Pemkot Palembang dan Pemprov Sumsel bisa menyediakan satu gedung kesenian yang ada di Palembang, sehingga pameran seperti ini bisa dilaksanakan dengan baik.

“Di ruangan di depan, dengan ruangan seadanya kita pamerkan ada 53 karya lukis, 30 karya milik Fir Azwar dan 23 karya dari Iqbal J Permana yang semuanya bertema ekologis,” katanya.

Karena menurutnya, kesenian idealis seperti ini kalau tidak dibantu tidak bisa.

Dan pemerintah menurut Vebri, seharusnya menyiapkan anggaran khusus kesenian .

“Kegiatan ini dapat terselenggara semuanya, kerjasama gotong royong bapak-bapak, ibu-ibu sponsor, kami ucapkan terima kasih telah membantu kegiatan ini,” katanya.

Selain itu pihaknya berharap yang hadir, dapat melihat lukisan-lukisan yang semuanya tema ekologis di bagian depan.

“Kalau ada rezeki, mau beli lukisannya silahkan beli, mungkin ada naksir salah satunya.

BACA JUGA  Fortass Bersama Teater Mahameru dan TVRI Sumsel Usung Drama Series Gang Kelinci Tampilkan Komedi dengan Nuansa Palembang

Mudah-mudahan kepedulian bapak-bapak. Ibu-ibu, dapat memberikan suasana kesenian di kota Palembang,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut juga ditampilkan tari sambut Kesultanan Palembang Darussalam berjudul Sondok Piyogo, dilanjutkan dengan penampilan budayawan Palembang Ali Goik bersama Rejung Pasirah dengan menyanyikan lagu-lagu bertema lingkungan.

Dan terakhir Iqbal J Permana dan Fir Azwar sempat melukis bersama, dimana Fir Azwar melukis kepala Ikan Belido, sedangkan Iqbal J Permana melukis badan Ikan Belido.

Kemudian dua lukisan di satukan menjadi lukisan utuh Ikan Belido.

Hadir dalam acara itu Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Drs Reza Fahlevi MM , Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama R.M.Fauwaz Diradja,S.H.M.Kn, Staf Ahli Gubernur Sumsel bidang Kebudayaan Agus Sutikno, Rektor Universitas Sumatera Selatan (USS) yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Kota Palembang Yuda Pratomo, jajaran SMA 6 Palembang, sastrawan Sumsel Anwar Putra Bayu, sosiolog Sumsel Saudi Berlian, Sonny Kushardian Ketua IWO Sumsel dan para undangan lainnya.

Pihaknya juga memiliki perhatian penuh, mendorong para generasi muda dan milenial untuk berkarya di seni rupa.*

Berita Terkait

Wakil Ketua DPRD PALI Firdaus Hasbullah Nyatakan Perang Total Desak Pencabutan Mutlak Pergub Nomor 40 Tahun 2017 Demi Keadilan Bumi Serepat Serasan
“Pak De” Soemarjono Desak Pencabutan Pergub 40 Tahun 2017 Wajib Akomodasi PP Terbaru Demi Kepastian Hukum Pemkab dan Keadilan Rakyat PALI
Tegas dan Tanpa Kompromi! Firdaus Hasbullah Ungkap Pergub 40/2017 Tidak Punya Dasar Hukum, RSA PALI Siapkan Perlawanan Total
Bedah Regulasi Pergub 40/2017: Dhabi K Gumarya Luruskan Pemahaman Hukum dan “Transfer Knowledge” Soal Diskresi ke Aktivis PALI
Dhabi K Gumarya ke ‘Bos’ PGK PALI: Pergub 40/2017 Tidak Punya Cantelan Hukum dan Wajib Dicabut, Bukan Direvisi
Sengit Di Agam Pisan: Kupas Tuntas Tanya Jawab Sonny Ternando Dan Dhabi K Gumarya Bongkar Cacat Hukum Pergub 40/2017
Praktisi Hukum Sumsel Dhabi K Gumarya Tegaskan Pemangku Kebijakan dan Pertamina Wajib Tunduk Mutlak pada UU Nomor 2 Tahun 2012
Napak Tilas Kejayaan Migas PALI: Efran Tegas Dukung Survei Seismik BGP, Tapi Perang Total Cabut Pergub Usang!

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 12:55 WIB

Wakil Ketua DPRD PALI Firdaus Hasbullah Nyatakan Perang Total Desak Pencabutan Mutlak Pergub Nomor 40 Tahun 2017 Demi Keadilan Bumi Serepat Serasan

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:22 WIB

“Pak De” Soemarjono Desak Pencabutan Pergub 40 Tahun 2017 Wajib Akomodasi PP Terbaru Demi Kepastian Hukum Pemkab dan Keadilan Rakyat PALI

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:01 WIB

Tegas dan Tanpa Kompromi! Firdaus Hasbullah Ungkap Pergub 40/2017 Tidak Punya Dasar Hukum, RSA PALI Siapkan Perlawanan Total

Jumat, 31 Juli 2026 - 05:46 WIB

Bedah Regulasi Pergub 40/2017: Dhabi K Gumarya Luruskan Pemahaman Hukum dan “Transfer Knowledge” Soal Diskresi ke Aktivis PALI

Jumat, 31 Juli 2026 - 05:01 WIB

Dhabi K Gumarya ke ‘Bos’ PGK PALI: Pergub 40/2017 Tidak Punya Cantelan Hukum dan Wajib Dicabut, Bukan Direvisi

Berita Terbaru