Wawako Palembang Dorong Pembuatan TPS 3R

Jumat, 5 Februari 2021 - 11:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG|Tintamerah.co.id -Pemerintah Kota Palembang akan menyiapkan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) 3R di semua kelurahan di kota ini.

“Kita kerjakan secara bertahap. Saat ini kita baru ada 21 TPS 3R. Nanti kita tambah,” kata Wakil Wali Kota Palembang, Fitrianti Agustinda, saat mengunjungi Bank Sampah Kartini/Tempat Pembuangan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS 3R), di Jalan Puncak Sekuning Ilir Barat I, Kamis (4/2/2021).

Ia menyebutkan, TPS 3R diperlukan agar sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukawinatan, Kecamatan Sukarami, tidak terus bertambah sehingga melebihi kapasitas.

Setiap hari, sekitar 1.200 ton sampah diangkut dari penjuru Palembang. Dari jumlah itu, sekitar 800 ton dibuang ke TPA Sukawinatan, yang berkapasitas 25 hektare. Hanya saja, tidak ada jaminan TPA ini bisa terus menampung sampah.

BACA JUGA  Gubernur Bengkulu Tanda Tangani Perjanjian Kerjasama dengan Kejati

“Dengan TPS 3R, sampah bisa dikelola, dimanfaatkan sehingga bernilai ekonomi. Bisa meningkatkan pendapatan masyarakat,” kata Fitrianti.

Jika sampah sudah dimanfaatkan, yang dibuang ke TPA Sukawinatan adalah sampah-sampah yang tidak bisa diolah lagi.

“Jadi, bisa mengurangi beban sampah yang dibuang ke TPA Sukawinatan,” ujar Fitrianti.

Sementara itu, dalam kunjungannya, Wawako Fitrianti mengapresiasi Bank Sampah Kartini yang telah mengolah sampah 3R. Konsep 3R yakni Reduce (kurangi), Reuse (gunakan kembali), Recycle (daur ulang).

Keberadaaan TPS 3R di kelurahan-kelurahan disebutkan Fitrianti berpengaruh pada berkurangnya beban sampah yang diangkut Ke TPA Sukawinatan.

“Oleh karena itu saya mendorong setiap kecamatan agar segera mendirikan TPS 3R, di kelurahan-kelurahaan. Nanti seluruh perencanaannya akan dibantu oleh Pemerintah Kota Palembang.”

BACA JUGA  Heri Amalindo: Menolak Pensiun dari Pengabdian dan Mimpi Besar "Pusat Pendidikan" di Bumi Serepat Serasan

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang, Alex Ferdinandus, mengatakan, untuk mengurangi penumpukan sampah di TPA Sukawinatan, pihaknya juga memanfaatkan TPA Karya Jaya, Kecamatan Kertapati.

“Kita juga memprediksi bahwa kurang lebih 3 hingga 4 tahun lagi akan kita pindah ke TPA satunya lagi. Seluas 45 hektare di Karya Jaya, yang saat ini telah terpakai kurang lebih 10 hektare,” ujar Alex.

Ia menambahkan, ada rencana TPA Sukawinatan akan dijadikan lokasi wisata, baik untuk sarana olahraga maupun ruang terbuka hijau.

“Ya ada rencana seperti itu, kalau memang di TPA Karya Jaya sudah efektif.”tutupnya.

Ril

Berita Terkait

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua
Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!
Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!
OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?
Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang
OPINI: May Day 2026 dan Sinyal SOS Hubungan Industrial Indonesia
Jejak Inovasi Sosial PHR Zona 1: Bawa Produk Batik Lapas Jambi ke Level Global
Herman Deru Tabuh Genderang Perang: Desa Bersinar Sumsel Harus Jadi Benteng Anti-Narkoba Nasional!

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:16 WIB

Menolak Senja Menjadi Ringkih: Asa Sehat Lansia Pangkul di Hari Tua

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:17 WIB

Satu Tahun Tanpa Kejelasan, 26 Finalis Bujang Gadis PALI 2025 Protes Keras: Kami Dirugikan Waktu, Biaya, dan Mental!

Sabtu, 16 Mei 2026 - 07:54 WIB

Makan Uang Negara dari Dua Kaki: Oknum Guru P3K di PALI Kebal Hukum, Kepsek Tutup Mata!

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:29 WIB

OPINI: May Day 2026 dan “Sinyal Darurat” Ketenagakerjaan: Akankah Buruh Hanya Menjadi Penonton Era AI?

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:35 WIB

Kontras Insting Penguasa PALI: Rp4,2 Miliar untuk Kenyamanan “Bokong” Pejabat, Sementara Guru Bergelut Lumpur di Desa Benuang

Berita Terbaru