Dies Natalis ke-62, Rektor Bertekad Membawa Unsri Menjadi PTN Besar di Indonesia Hingga Tingkat Asean

Kamis, 3 November 2022 - 17:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang | Tintamerah.co.id – Upacara Dies Universitas Unsri ke -62 dilaksanakan di Graha Unsri Palembang, Kamis (3/11/2022). Acara tersebut dihadiri Gubernur Sumsel Herman Deru serta Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang merupakan alumni Unsri Dr Ir Isma Yatun MT CSFA.

Rektor Unsri Prof. Dr. Ir. H. Anis Saggaff, MSCE. IPU.ASEAN.Eng mengatakan, di usia Unsri ke-62 tahun ini merupakan usia yang sangat bagus untuk produktif.

“Sepanjang perjalanan Unsri sudah banyak alumni yang dihasilkan sudah lebih dari 140.000 alumni dan banyak yang berkiprah di mana-mana. Dimana ada tempat di situ ada alumni Unsri,’ ujarnya.

Lebih lanjut Anis menuturkan, sejak 2010 pertama Unsri menjadi PTN dengan BLU, sehingga sudah berubah semua mulai dari keuangan, penerimaan mahasiswa harus produktif. Sehingga sampai saat ini sudah lebih 12 tahun Unsri PTN BLU.

“Perguruan Tinggi itu ada tiga tingkat yang paling bawah itu adalah satker itu kira-kira yang anak kecil disuapi, diberi uang tapi tidak boleh jajan sembarangan, itu satker. Level kedua adalah BLU adalah fase beranjak dimana dia boleh mencari uang sendiri tapi lapor ada beberapa yang dibolehkan dan tidak diperbolehkan. Tapi kalau anak kecil dijaga semua kalau kita sudah BLU sudah agak dilonggarkan. Dan level paling atas adalah perguruan Tinggi dewasa atau Mandiri yakni PTN diibaratkan seperti anak sudah menikah jadi sudah dibebaskan mencari uang sendiri dengan mem buat inovasi inovasi. “Silakan dilakukan supaya cepat berkembang hidupnya tidak lagi bergantung dengan orang tuanya,” katanya.

BACA JUGA  Kapolda Sumsel Hadiri Haul dan Zikir Akbar ke -122 Datuk Kiai Marogan

Anis menuturkan, Unsri menuju mandiri atau Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH).

“PTN-BH artinya mandiri sehingga mencari uang bukan minta dengan mahasiswa. Kalau satker dan BLU masih mengumpulkan dari mahasiswa. Jadi yang akan datang kita harus bebaskan dari uang apapun untuk kepentingannya,” bebernya.

“Ini potensinya sangat besar kita bisa saja punya lahan kita bangun misalnya pusat pelatihan. Kita buat pelatihan mulai dari SMA perguruan tinggi swasta yang sarjana ingin mendalami tertentu itu bisa dibuat latihan dengan membayar. Sehingga itu menjadi pemasukan jadi tidak lagi pemasukan dari UKT. Kalau PTN-BH kita dibebaskan berusaha termasuk dari hasil-hasil karya riset anak-anak dipatenkan . Kemudian diproduksi massal bersama-sama dengan mitra luar itu menghasilkan bisa dapat royalti. Dosen kita banyak yang buat penemuan baik itu kosmetik kemudian alat-alat engineering di situ. Tapi kalau BLU tidak bisa karena masih dipegang oleh Tridharma, jadi kalau BLU itu belum bebas” paparnya.

Anis menerangkan, di akhir jabatannya yang akan habis, ini cuman ingin mempersembahkan di akhir jabatan ini Unsri menjadi Perguruan Tinggi PTN BH di mana itulah menuju word cllas university.

BACA JUGA  Sebanyak 12 Anggota FERARI Dilantik, Ini Pesan Moril dari Ketum DPP FERARI

“Kalau kita bisa membangun rumah sakit yang mewah seperti yang di Singapura bukan tidak bisa alumni kita hebat-hebat artinya itu bisa menghasilkan saya cuma mengantarkan nanti yang mengurus pimpinan berikutnya mudah-mudahan orangnya bagus,” tuturnya.

“Saya sebagai almamater Unsri, jadi saya ingin ke depan Unsri ini setara dengan Perguruan Tinggi besar di Indonesia dan juga kita bisa merambah membawa Unsri hingga tingkat Asean. Apalagi kita sudah banyak kerjasama karena kita ingin berguru dengan riset dengan PT di Asean, termasuk mahasiswa asing karena syarat salah satu world cllas university ada mahasiswa asing yang mau belajar di tempat kita. Oeh karena itu kenapa tahun 2017 saya secara drastis memangkas masa studi menjadi 3,5 tahun sampai 4 tahun.

Anis menjelaskan, riset dosen-dosen kita itu banyak produknya. Sekarang BLU kesulitan pada saat mau go public itu berbelit-belit, termasuk juga aku pesan ke media seluruh pemangku kepentingan, untuk izin mengizin jangan seperti dulu lagi susah.

“Dulu kita punya produk air minum yang sudah dipakai 4 tahun air minum kualitasnya itu air minum itu belum ada di Palembang, itu kerjasama dengan University tmTeknologi Malaysia kerjanya penelitiannya,” katanya.

BACA JUGA  Kafsya Totius Resmi Menjabat Ketua Umum KAMPUS

Untuk Pemprov Sumsel, Anis mengatakan, mendukung penuh yang penting dari seluruh yang disampaikan Gubernur seluruh satker di bawah ini itu supaya nyambung.

“Kita pertanian sudah bagus pertanian kita sudah cetak 50.000 sawah itu membantu Sumsel kita bantu perencanaannya, karena kita BLU. Nanti jalau sudah PTNBH eksekusinya bisa kita laksanakan,” katanya.

“Kedepan itu adalah Unsri harus mencari sumber dana lain untuk memenuhi kebutuhan sebagai PTN BH. Saya berpesan nanti Rektor sesudah saya tidak boleh objek pemasukan dari mahasiswa. Saya sudah tanda tangan fakta integritasnya jadi PTN BH tidak boleh UKT naik, saya sudah kunci itu,” paparnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan, Dies Natalies ke-62 ini merupakan momentum bagi Unsri apa yang sudah pernah dilakukan apa yang akan diubah dalam menghadapi kompetisi yang semakin ketat.

“Saya yakin Unsri ada lembaga pendidikan yang sangat up to date buktinya banyak yang berkiprah alumninya di lokal regional beberapa dari Unsri semoga semakin berguna bagi negara dan bagi bangsa,” katanya.

“Unsri ini lembaga terpercaya lembaga publik yang sangat terpercaya. Saya mohon untuk bersama-sama merubah pola pikir mindset tadi dari berpikir membeli berpikir menghasilkan,” tutupnya.
(AN/DNL)

Berita Terkait

Wakil Ketua DPRD PALI Firdaus Hasbullah Nyatakan Perang Total Desak Pencabutan Mutlak Pergub Nomor 40 Tahun 2017 Demi Keadilan Bumi Serepat Serasan
“Pak De” Soemarjono Desak Pencabutan Pergub 40 Tahun 2017 Wajib Akomodasi PP Terbaru Demi Kepastian Hukum Pemkab dan Keadilan Rakyat PALI
Tegas dan Tanpa Kompromi! Firdaus Hasbullah Ungkap Pergub 40/2017 Tidak Punya Dasar Hukum, RSA PALI Siapkan Perlawanan Total
Bedah Regulasi Pergub 40/2017: Dhabi K Gumarya Luruskan Pemahaman Hukum dan “Transfer Knowledge” Soal Diskresi ke Aktivis PALI
Dhabi K Gumarya ke ‘Bos’ PGK PALI: Pergub 40/2017 Tidak Punya Cantelan Hukum dan Wajib Dicabut, Bukan Direvisi
Sengit Di Agam Pisan: Kupas Tuntas Tanya Jawab Sonny Ternando Dan Dhabi K Gumarya Bongkar Cacat Hukum Pergub 40/2017
Praktisi Hukum Sumsel Dhabi K Gumarya Tegaskan Pemangku Kebijakan dan Pertamina Wajib Tunduk Mutlak pada UU Nomor 2 Tahun 2012
Napak Tilas Kejayaan Migas PALI: Efran Tegas Dukung Survei Seismik BGP, Tapi Perang Total Cabut Pergub Usang!

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 12:55 WIB

Wakil Ketua DPRD PALI Firdaus Hasbullah Nyatakan Perang Total Desak Pencabutan Mutlak Pergub Nomor 40 Tahun 2017 Demi Keadilan Bumi Serepat Serasan

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:22 WIB

“Pak De” Soemarjono Desak Pencabutan Pergub 40 Tahun 2017 Wajib Akomodasi PP Terbaru Demi Kepastian Hukum Pemkab dan Keadilan Rakyat PALI

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:01 WIB

Tegas dan Tanpa Kompromi! Firdaus Hasbullah Ungkap Pergub 40/2017 Tidak Punya Dasar Hukum, RSA PALI Siapkan Perlawanan Total

Jumat, 31 Juli 2026 - 05:46 WIB

Bedah Regulasi Pergub 40/2017: Dhabi K Gumarya Luruskan Pemahaman Hukum dan “Transfer Knowledge” Soal Diskresi ke Aktivis PALI

Jumat, 31 Juli 2026 - 05:01 WIB

Dhabi K Gumarya ke ‘Bos’ PGK PALI: Pergub 40/2017 Tidak Punya Cantelan Hukum dan Wajib Dicabut, Bukan Direvisi

Berita Terbaru