Maret 2023, “MAZAI” Ajak Teater Sekolah Bersaing dalam Parade Teater

Selasa, 14 Februari 2023 - 02:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang | Tintamerah.co.id – Kabar baik bagi pegiat teater sekolah. Sebab, peluang berkarya dan tampil di panggung teater kembali terbuka, setelah sebelumnya sejumlah event sudah dilakukan. Kali ini, MAZAI Competition membuka pendaftaran bagi teater sekolah untuk ikut dalam kompetisi karya seni teater.

Dipastikan, MAZAI Competition yang akan mengemas acaranya dengan parade teater ini, digelar pada 12 Maret 2023 di Graha Budaya Jakabaring Palembang. “Bagi penampilan terbaik, akan mendapat tropy dan uang pembinaan,” ujar Yosep Suterisno, SE, Ketua Forum Teater Sekolah Sumsel (Fortass), lembaga yang menggelar MAZAI Competition.

Menurut Yosep, MAZAI Competition digagas sebagai salah satu bentuk kegiatan seni, untuk ikut menyemarakkan pergelaran teater sekolah di Palembang. Event yang dibesut atas kerjasama Fortass – Dinas Kebudayaan & Pariwisata Sumsel melalui UPTD Taman Budaya Palembang dan Musuem Negeri Sumsel ini, sebagai ruang bagi para pelaku teater sekolah di Palembang untuk bersaing dalam karya.

Jebolan teater Leksi Palembang ini menambahkan, MAZAI Competition ini, merupakan bentuk kepedulian MAZAI (Charma – Zaitun Mawardi Yahya), terhadap dunia teater sekolah, terutama di Kota Palembang.

Apresiasi yang dilakukan MAZAI ini menurut Yosep, menjadi bagian penting yang wajib terus digerakkan, sehingga kiat kreatifitas teater di sekolah juga tetap konsisten.

BACA JUGA  Usai Ucapkan Sumpah Anggota DPRD Provinsi Sumsel, Nyimas Sarah Halim Akan Langsung Ikuti Reses

MAZAI Competition yang akan digelar selama satu hari penuh ini, sebagai wujud respon positif Charma-Zaitun, juga Dinas Kebudayaan & Pariwisata Sumsel, melalui UPTD Taman Budaya Sriwijaya dan Museum Negeri Sumsel yang telah memberi ruang berkarya, terutama bagi pegiat teater sekolah di Sumsel.

“Apa yang dilakukan Taman Budaya Sriwijaya dan Museum Negeri dengan menggelar MAZAI Competition ini, sebagai bentuk apresiasi positif pemerintah Sumsel terhadap dunia teater sekolah, yang harus dilakukan secara rutin. Jangan hanya setahun sekali. Kalau perlu, seminggu sekali ada pentas teater, atau seni apapun, sehingga Taman Budaya Jakabaring ramai dan harus dimanfaatkan oleh para seniman,” ujarnya, Senin (14/2/2023).

Menjaga Iklim Teater

Menurut Yosep, event MAZAI Competition ini, akan dikemas dalam bentuk parade teater sekolah, yang nantinya akan muncul teater sekolah yang terbaik. “Even MAZAI ini, salah satu upaya untuk menjaga iklim teater di Palembang atau di Sumsel supaya terus hidup dan menghidupi,” tegasnya.

Sementara itu, Charma Afrianto, SE, aktifis dan pendiri Teater 03 SMAN 3 Palembang ini menilai, perkembangan teater sekolah di Palembang saat ini sudah menjamur. Hal ini terlihat beberapa kali event yang digelar beberapa lembaga di Palembang, baik di dalam maupun di dalam sekolah.

BACA JUGA  Subdit I Tipid Indagsi Ditreskrimsus Polda Sumsel Amankan Bal Pakaian Bekas/Trifting Import

Lebih lanjut, Charma yang kini sedang didaulat sebagai salah satu calon Walikota Palembang 2024 ini mengisahkan pengalamannya, ketika dirinya mendirikan Teater 03 di SMA Negeri 03 Palembang pada 1992. Saat itu, minat anak didik yang ingin main teater di sekolah sangat banyak, sehingga Charma dan rekan lainnya mendirikan teater.

Teater Sekolah Menjamur

“Sebagai insan teater yang pernah sekolah di SMAN 3 Palembang dan mendirikan Teater 03 Palembang 1992, saya sangat bangga melihat perkembangan seni teater yang sudah menjamur di hampir semua sekolah di Palembang,” ujar Charma, yang juga Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Cinta Rakyat (Gencar) Indonesia, Senin (14/2/2023).

Charma menambahkan, bakat seni teater bagi anak didik sangat berguna bagi pengembangan potensi non akademik. Satu diantaranya, melatih keberanian tampil di depan publik, yang sangat bermanfaat bagi calon pemimpin masa depan.

“Anak didik di sekolah adalah calon pemimpin bangsa, yang harus berani muncul untuk sebuah perubahan, baik di lokal dan nasional. Satu diantaranya harus berani tampil di depan orang banyak. Nah, dalam seni teater itu setiap anggotanya dilatih dan diajarkan bagamana berani naik panggung yang ditonton banyak orang,” tegasnya.

BACA JUGA  Semarakkan HUT RI ke-78 Prajurit Kodim 0422/LB dan Pemda Bagikan Bendera Merah Putih ke Masyarakat

Sikap Positif semua Pihak

Maraknya seni teater sekolah di Sumsel setahun terakhir yang sedang digaungkan Fortass, menurut Charma, akan sangat baik bila kemudian diimbangi sikap positif oleh sejumlah pihak, baik instansi swasta, mapun pemerintah kota dan Sumsel.

Charma juga mengapresiasi positif terhadap kerjasama Fortass dan UPTD Taman Budaya Jakabaring dan Museum Negeri Sumsel yang sudah mendesain MAZAI Competition dengan sangat baik.

Charma menambahkan, di era digital seperti saat ini geliat teater yang sudah semarak, perlu diimbangi dengan memanfaatkan peran media sebagai ruang publikasi yang maksimal, baik melalui medsos, youtube maupun media mainstrem seperti TVRI Sumsel.

“Menurut saya, dengan semangat anak didik di sekolah yang berteater, semua pihak harus memberi ruang khusus untuk mereka, instansi manapun, swasta, pemeirntah, media massa, baik koran, media digital, juga media mainstream, seperti TV lokal di Sumsel,” ujarnya.**

Berita Terkait

Wakil Ketua DPRD PALI Firdaus Hasbullah Nyatakan Perang Total Desak Pencabutan Mutlak Pergub Nomor 40 Tahun 2017 Demi Keadilan Bumi Serepat Serasan
“Pak De” Soemarjono Desak Pencabutan Pergub 40 Tahun 2017 Wajib Akomodasi PP Terbaru Demi Kepastian Hukum Pemkab dan Keadilan Rakyat PALI
Tegas dan Tanpa Kompromi! Firdaus Hasbullah Ungkap Pergub 40/2017 Tidak Punya Dasar Hukum, RSA PALI Siapkan Perlawanan Total
Bedah Regulasi Pergub 40/2017: Dhabi K Gumarya Luruskan Pemahaman Hukum dan “Transfer Knowledge” Soal Diskresi ke Aktivis PALI
Dhabi K Gumarya ke ‘Bos’ PGK PALI: Pergub 40/2017 Tidak Punya Cantelan Hukum dan Wajib Dicabut, Bukan Direvisi
Sengit Di Agam Pisan: Kupas Tuntas Tanya Jawab Sonny Ternando Dan Dhabi K Gumarya Bongkar Cacat Hukum Pergub 40/2017
Praktisi Hukum Sumsel Dhabi K Gumarya Tegaskan Pemangku Kebijakan dan Pertamina Wajib Tunduk Mutlak pada UU Nomor 2 Tahun 2012
Napak Tilas Kejayaan Migas PALI: Efran Tegas Dukung Survei Seismik BGP, Tapi Perang Total Cabut Pergub Usang!

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 12:55 WIB

Wakil Ketua DPRD PALI Firdaus Hasbullah Nyatakan Perang Total Desak Pencabutan Mutlak Pergub Nomor 40 Tahun 2017 Demi Keadilan Bumi Serepat Serasan

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:22 WIB

“Pak De” Soemarjono Desak Pencabutan Pergub 40 Tahun 2017 Wajib Akomodasi PP Terbaru Demi Kepastian Hukum Pemkab dan Keadilan Rakyat PALI

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:01 WIB

Tegas dan Tanpa Kompromi! Firdaus Hasbullah Ungkap Pergub 40/2017 Tidak Punya Dasar Hukum, RSA PALI Siapkan Perlawanan Total

Jumat, 31 Juli 2026 - 05:46 WIB

Bedah Regulasi Pergub 40/2017: Dhabi K Gumarya Luruskan Pemahaman Hukum dan “Transfer Knowledge” Soal Diskresi ke Aktivis PALI

Jumat, 31 Juli 2026 - 05:01 WIB

Dhabi K Gumarya ke ‘Bos’ PGK PALI: Pergub 40/2017 Tidak Punya Cantelan Hukum dan Wajib Dicabut, Bukan Direvisi

Berita Terbaru