PALEMBANG | tintamerah.co -, Sekat diskriminasi dalam pelayanan publik kembali didobrak. Satlantas Polrestabes Palembang membuktikan bahwa hukum dan pelayanan negara tidak boleh buta terhadap prestasi dan hak-hak penyandang disabilitas. Sebagai bentuk apresiasi nyata, Polri resmi memfasilitasi pembuatan SIM D secara gratis bagi empat atlet disabilitas yang telah mengharumkan nama Sumatera Selatan.
Bukan sekadar formalitas, pemberian SIM D ini adalah pesan keras bahwa kemandirian adalah hak segala bangsa, termasuk bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik namun berjiwa petarung.
Prestasi Dibalas Dedikasi Pelayanan
Langkah inklusif ini menyasar empat pahlawan olahraga: Firmansyah (Renang), Jupri Desiawan (Para Bowling), Muhammad Zaitun (Para Renang), dan Rian Yohwari (Bulutangkis). Di bawah instruksi langsung Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan, keempatnya menjalani proses sertifikasi mengemudi di Satpas Jakabaring, Kamis (16/4/2026).
“Ini bukan sekadar pemberian cuma-cuma. Ini adalah pengakuan negara atas kompetensi dan kegigihan mereka. Kami ingin memastikan atlet-atlet hebat ini memiliki legalitas penuh dan keamanan saat mobilisasi di jalan raya,” tegas Kasat Lantas Polrestabes Palembang, AKBP Finan S. Radipta.
Prosedur Ketat, Hasil Bermartabat
Meski digratiskan, Polri tidak mengabaikan standar keselamatan. Para atlet tetap “dihajar” dengan serangkaian tes mulai dari pemeriksaan psikologi hingga ujian praktik menggunakan kendaraan yang telah dimodifikasi khusus. Hal ini membuktikan bahwa penyandang disabilitas di Palembang mampu memenuhi standar kompetensi berkendara nasional.
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan bahwa momentum ini adalah tamparan bagi stigma negatif terhadap kaum disabilitas.
“Polri hadir untuk semua. Tidak boleh ada satu pun warga negara yang terhambat aksesnya hanya karena keterbatasan fisik. Program ini adalah manifestasi Polri Presisi yang humanis namun tetap taat asas,” cetusnya.
Simbol Kemandirian Baru
Langkah berani Polda Sumsel ini diharapkan menjadi pemicu bagi instansi lain untuk memberikan ruang seluas-luasnya bagi kelompok inklusi. Bagi para atlet, SIM D di tangan bukan sekadar kartu plastik, melainkan simbol kemandirian untuk terus melaju menuju podium juara tanpa hambatan birokrasi dan diskriminasi di jalan raya.
Laporan: yulie | Editor: efran















