Temu Responden BI Sumsel Angkat Awareness Pelaku Usaha Bersama Bangun Ketahanan Pangan

Selasa, 4 Oktober 2022 - 15:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang | Tintamerah.co.id – Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan (BI Sumsel) menggelar Temu Responden pada 3 Oktober 2022 di Hotel Arista Palembang. Temu Responden ini diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi kepada para responden survei di Sumatera Selatan yang bekerja sama dengan Bank Indonesia. Tak hanya dunia usaha, responden juga berasal dari perbankan, instansi pemerintah, dan pihak terkait lainnya.

Dalam Temu Responden kali ini mengambil tajuk “Temu Responden & Sarasehan Pengendalian Inflasi Pangan untuk Mewujudkan Sumatera Selatan Kuat, Indonesia Hebat”. Permasalahan energi dan pangan sedang melanda dunia, tak terkecuali Indonesia. Inflasi Indonesia berisiko meningkat setelah harga BBM meningkat dan harga pangan dunia turut naik. Ke depan, tekanan inflasi diperkirakan masih tetap kuat sehingga memerlukan kerja keras berbagai pihak, termasuk menjaga ekspektasi masyarakat.

BACA JUGA  Beri Pelajaran Matematika Satgas Yonif Raider 142/KJ Ikut Bantu Pendidikan Anak Papua

Kepala Perwakilan BI Sumsel, Erwin Soeriadimadja menyampaikan bahwa tema temu responden tahun ini dirancang berbeda dengan tahun lalu. Mengangkat pentingnya pengendalian inflasi pangan, diharapkan dapat membangun awareness dan kolaborasi pelaku dunia usaha untuk turut ambil bagian menjaga ketahanan pangan. Semua peserta pun diberi benih cabai dan hortikultura agar dapat belajar bertanam di pekarangan rumah sebagai bentuk urban farming. Erwin juga mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sumatera Selatan yang telah menumbuhkan kesadaran kolaboratif dan terus mendorong Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP). GSMP sejalan dengan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) yang tengah didorong untuk mengendalikan inflasi pangan.

Anggota DPR RI Komisi XI, Hafisz Tohir juga sependapat bahwa inflasi menjadi momok nyata. “Inflasi US sudah mendekati 10%, sementara di UK inflasi sudah mencapai 11%.”. Hafisz Tohir juga mengucapkan selamat kepada Gubernur Sumsel atas penghargaan yang diraih di mana Sumsel termasuk 10 provinsi yang dianggap berhasil menekan inflasi di bawah level nasional. Sumsel mendapatkan hadiah dari Kemenkeu berupa Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp10 miliar.

BACA JUGA  Jalin Silaturahmi, Aliansi Untuk Keadilan Nusantara Gelar Halal Bihalal

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru menjelaskan bahwa inflasi pangan dipengaruhi beberapa faktor utama. Pertama, musim, termasuk pengaruh La Nina. Kedua, infrastruktur di kab/kota dalam kondisi mantab secara kumulatif baru mencapai 52%. Ketiga, naiknya harga BBM. “Penghargaan dari Kemenkeu patut disyukuri, namun itu belum cukup. Kita harus terus memastikan agar harga tidak naik demi kesejahteraan masyarakat.” ujarnya. Ada refocusing dana APBD sebesar 2% untuk mengendalikan inflasi pangan. Beberapa program sudah dijalankan, antara lain beras gratis maupun beras subsidi. Namun kita perlu mandiri pangan karena APBN/APBD tidak akan sanggup menanggung seluruh beban.

Dalam Temu Responden itu, BI Sumsel melibatkan Food Station dalam talkshow. BUMD DKI Jakarta tersebut memegang peran penting dalam distribusi komoditas pangan strategis. Talkshow juga diperkaya oleh Sdr. Mustopa Patapa, milenial sukses asli Sumsel yang mengembangkan sociopreneurship, khususnya di pangan kreatif. Tak kalah menarik, Talkshow juga menghadirkan Anggota DPR RI, Ibu Desy Ratnasari, yang memberi pandangan dari sisi psikologi inflasi.

BACA JUGA  Rapat Bersama Satuan Tugas PEN dari  Mabes Polri, Herman Deru Paparkan Strategi Sumsel Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi

Dalam gelaran Temu Responden ini, BI Sumsel seirama dengan Pemprov Sumsel dalam membentuk kesadaran kolaboratif tentang pentingnya pengendalian inflasi pangan yang sangat berdampak pada kesejahteraan masyarakat.*

Berita Terkait

Wakil Ketua DPRD PALI Firdaus Hasbullah Nyatakan Perang Total Desak Pencabutan Mutlak Pergub Nomor 40 Tahun 2017 Demi Keadilan Bumi Serepat Serasan
“Pak De” Soemarjono Desak Pencabutan Pergub 40 Tahun 2017 Wajib Akomodasi PP Terbaru Demi Kepastian Hukum Pemkab dan Keadilan Rakyat PALI
Tegas dan Tanpa Kompromi! Firdaus Hasbullah Ungkap Pergub 40/2017 Tidak Punya Dasar Hukum, RSA PALI Siapkan Perlawanan Total
Bedah Regulasi Pergub 40/2017: Dhabi K Gumarya Luruskan Pemahaman Hukum dan “Transfer Knowledge” Soal Diskresi ke Aktivis PALI
Dhabi K Gumarya ke ‘Bos’ PGK PALI: Pergub 40/2017 Tidak Punya Cantelan Hukum dan Wajib Dicabut, Bukan Direvisi
Sengit Di Agam Pisan: Kupas Tuntas Tanya Jawab Sonny Ternando Dan Dhabi K Gumarya Bongkar Cacat Hukum Pergub 40/2017
Praktisi Hukum Sumsel Dhabi K Gumarya Tegaskan Pemangku Kebijakan dan Pertamina Wajib Tunduk Mutlak pada UU Nomor 2 Tahun 2012
Napak Tilas Kejayaan Migas PALI: Efran Tegas Dukung Survei Seismik BGP, Tapi Perang Total Cabut Pergub Usang!

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 12:55 WIB

Wakil Ketua DPRD PALI Firdaus Hasbullah Nyatakan Perang Total Desak Pencabutan Mutlak Pergub Nomor 40 Tahun 2017 Demi Keadilan Bumi Serepat Serasan

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:22 WIB

“Pak De” Soemarjono Desak Pencabutan Pergub 40 Tahun 2017 Wajib Akomodasi PP Terbaru Demi Kepastian Hukum Pemkab dan Keadilan Rakyat PALI

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:01 WIB

Tegas dan Tanpa Kompromi! Firdaus Hasbullah Ungkap Pergub 40/2017 Tidak Punya Dasar Hukum, RSA PALI Siapkan Perlawanan Total

Jumat, 31 Juli 2026 - 05:46 WIB

Bedah Regulasi Pergub 40/2017: Dhabi K Gumarya Luruskan Pemahaman Hukum dan “Transfer Knowledge” Soal Diskresi ke Aktivis PALI

Jumat, 31 Juli 2026 - 05:01 WIB

Dhabi K Gumarya ke ‘Bos’ PGK PALI: Pergub 40/2017 Tidak Punya Cantelan Hukum dan Wajib Dicabut, Bukan Direvisi

Berita Terbaru