Seguntang Ulu Melayu Lagu Kedua Setelah Gending Sriwijaya yang Bercerita Tentang Sejarah

Selasa, 9 November 2021 - 16:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palembang | Tintamerah.co.id – Peluncuran Lagu dan Klip Bukit Seguntang Ulu Melayu Karya Fir Azwar, di Taman Bukit Seguntang Palembang, Selasa (9/11) yang dihadiri langsung Gubernur Sumatera Selatan H.Herman Deru di halaman Taman Bukit Seguntang, Palembang tuai banyak apresiasi.

Orang nomor satu di Sumsel yang juga Presiden Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Indonesia mengungkapkan rasa bangganya dan mengatakan bahwa sejarah melayu yang bermula dari Palembang tepatnya di Bukit Siguntang mestinya menjadi kebanggaan masyarakat dan zuriat yang perlu terus dipertahankan.

“Makanya Saya apresiasi sekali pada semua pihak yang menggagas acara peluncuran lagu dan klip ini. Kita perlu ingatkan ke zuriat bahwa kitalah asal muasal melayu sebelum Riau, Malaysia, Singapura dan lainnya,” jelas Herman Deru

BACA JUGA  Dievakuasi Ambulance Apung Polairud Polda Sumsel, Bayi Nur'aini Diberi Nama Cakra Buana Samapta

Apresiasi juga datang dari Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama R.M.Fauwaz Diradja,S.H.M.Kn.

“Tadi bagus sekali , mengenai inisiatif dari wong kito kak Fir Azwar yang menciptakan Lagu dan Klip Bukit Seguntang Ulu Melayu, itu merupakan identitas daripada wong kito, Sumatera Selatan,” katanya.

Sehingga menurut SMB IV dengan di kuatkan kembali identitas Bukit Seguntang sebagai ulu melayu ini akan memberikan efek kepada orang melayu dari segala penjuru akan datang ke Bukit Seguntang untuk melihat bahwa inilah jati diri mereka sebelumnya.

Di tempat yang sama Vebri Alintani tokoh budaya di Sumsel dan Khususnya Kota Palembang mengatakan, moment ini sangat penting tak ubahnya menyambut kelahiran buah karya intelektual dari putra daerah yakni Fir Azwar.

BACA JUGA  Kapolrestabes Palembang: Pelaku Pengeroyokan dan Pembunuhan Germo atau Mucikari

Adapun peluncuram lagu dan klip ini sebagai upaya mengingatkan kembali kepada masyarakat luas bahwa Bukit Siguntang Palembang merupakan asal usul raja-raja melayu.

” Tidak banyak lagu berbasis sejarah di Palembang. Lagu Seguntang Ulu Melayu ini menjadi yang kedua setelah Gending Sriwijaya,” jelasnya.

Melalui lagu ini diharapkan keturunan melayu di semenanjung Malaysia juga Singapura tertarik ke Palembang untuk melihat asal muasalnya.

” Dengan lagu ini kita ingin menegaskan bahwa Ulu Melayu ini memang di Palembang, Sumsel. Hal ini merujuk pada sejarah yang sudah membuktikan dan temua arca, stupa dan lainnya di lokasi Bukit Seguntang,” jelas Febri.

Selain penampilan lagu Seguntang Uly Melayu dan tarian, kegiatan peluncuran tersebut juga dimeriahkan dengan penyerahan lukisan Nila Utama buah karya dari Kabag Logistik Polrestabes Palembang Kompol Gustavianus kepada Gubernur Sumsel Herman Deru. Serta penyerahan lukisan yang sama kepada pencipta lagu Seguntang Ulu Melayu Fir Azwar.

BACA JUGA  Kloter 17 Berangkat, Embarkasi Palembang Telah Berangkatkan 6.273 Jemaah Haji

Dalam penampilannya pemnawa lagu Rita Syakira tampak didampingi musisi lainnya seperti Bottong Olala dan musisi nasional Hendri Lamiri.

Turut hadir, Pencipta Lagu Siguntang Ulu Melayu, Fir Azwar, Ketua Komisi V DPRD Provinsi Sumsel, Susanto Ajis, SH, Anggota DPRD Provinsi Sumsel, H. Sri Sutandi, Asisten Pemerintahan dan Kesra Provinsi Sumsel, Rosidin Hasan, Kepala SMA/SMK Se-Kota Palembang yang hadir/mewakili, dan Paea OPD Prov Sumsel yang hadir.

Laporan: Efran

Berita Terkait

Wakil Ketua DPRD PALI Firdaus Hasbullah Nyatakan Perang Total Desak Pencabutan Mutlak Pergub Nomor 40 Tahun 2017 Demi Keadilan Bumi Serepat Serasan
“Pak De” Soemarjono Desak Pencabutan Pergub 40 Tahun 2017 Wajib Akomodasi PP Terbaru Demi Kepastian Hukum Pemkab dan Keadilan Rakyat PALI
Tegas dan Tanpa Kompromi! Firdaus Hasbullah Ungkap Pergub 40/2017 Tidak Punya Dasar Hukum, RSA PALI Siapkan Perlawanan Total
Bedah Regulasi Pergub 40/2017: Dhabi K Gumarya Luruskan Pemahaman Hukum dan “Transfer Knowledge” Soal Diskresi ke Aktivis PALI
Dhabi K Gumarya ke ‘Bos’ PGK PALI: Pergub 40/2017 Tidak Punya Cantelan Hukum dan Wajib Dicabut, Bukan Direvisi
Sengit Di Agam Pisan: Kupas Tuntas Tanya Jawab Sonny Ternando Dan Dhabi K Gumarya Bongkar Cacat Hukum Pergub 40/2017
Praktisi Hukum Sumsel Dhabi K Gumarya Tegaskan Pemangku Kebijakan dan Pertamina Wajib Tunduk Mutlak pada UU Nomor 2 Tahun 2012
Napak Tilas Kejayaan Migas PALI: Efran Tegas Dukung Survei Seismik BGP, Tapi Perang Total Cabut Pergub Usang!

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 12:55 WIB

Wakil Ketua DPRD PALI Firdaus Hasbullah Nyatakan Perang Total Desak Pencabutan Mutlak Pergub Nomor 40 Tahun 2017 Demi Keadilan Bumi Serepat Serasan

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:22 WIB

“Pak De” Soemarjono Desak Pencabutan Pergub 40 Tahun 2017 Wajib Akomodasi PP Terbaru Demi Kepastian Hukum Pemkab dan Keadilan Rakyat PALI

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:01 WIB

Tegas dan Tanpa Kompromi! Firdaus Hasbullah Ungkap Pergub 40/2017 Tidak Punya Dasar Hukum, RSA PALI Siapkan Perlawanan Total

Jumat, 31 Juli 2026 - 05:46 WIB

Bedah Regulasi Pergub 40/2017: Dhabi K Gumarya Luruskan Pemahaman Hukum dan “Transfer Knowledge” Soal Diskresi ke Aktivis PALI

Jumat, 31 Juli 2026 - 05:01 WIB

Dhabi K Gumarya ke ‘Bos’ PGK PALI: Pergub 40/2017 Tidak Punya Cantelan Hukum dan Wajib Dicabut, Bukan Direvisi

Berita Terbaru